Kerjasama Bilateral Indonesia - Kroasia

   
     A. KERJA SAMA BIDANG EKONOMI PERDAGANGAN
     
     Indonesia dan Kroasia memiliki instrumen hubungan kerja sama bidang ekonomi dan perdagangan yaitu:
  1. Persetujuan Kerja Sama Ekonomi dan Teknik, 1997 
  2. MoU Pembentukan Komisi Bersama Kerja Sama Ekonomi dan Teknik, 1998
  3. Persetujuan Peningkatan dan Perlindungan atas Penanaman Modal (P4M), 2002
  4. Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda, 2002

    D​alam kurun waktu lima tahun terakhir, dari 2012 hingga 2016, Indonesia selalu menikmati surplus. Pada tahun 2016, total perdagangan mengalami peningkatan yaitu USD 62,88 juta dari USD 46,01 juta pada tahun 2015. Pada periode Januari-Mei 2017, total perdagangan bilateral naik sebesar 33,41% dari periode yang sama tahun 2016 yaitu dari USD 21,37 juta menjadi USD 28,52 juta.

    NERACA PERDAGANGAN
    Indonesia-Kroasia
    Periode 2012 – 2017

     
Uraian20122013201420152016Trend(%)Jan-MeiPerub.(%)
2012-2016201620172017/2016
      
TOTAL PERDAGANGAN30.178,6029.447,2036.372,9046.012,5062.887,8021,121.378,3028.521,0033,41
MIGAS000000000
NON MIGAS30.178,6029.447,2036.372,9046.012,5062.887,8021,121.378,3028.521,0033,41
EKSPOR19.334,7021.381,2025.410,5028.231,7049.098,3023,8818.819,9014.520,60-22,84
MIGAS000000000
NON MIGAS19.334,7021.381,2025.410,5028.231,7049.098,3023,8818.819,9014.520,60-22,84
IMPOR10.843,808.066,0010.962,4017.780,8013.789,5013,552.558,4014.000,40447,23
MIGAS000000000
NON MIGAS10.843,808.066,0010.962,4017.780,8013.789,5013,552.558,4014.000,40447,23
NERACA PERDAGANGAN8.490,9013.315,2014.448,2010.450,9035.308,7029,816.261,50520,2-96,8
MIGAS000000000
NON MIGAS8.490,9013.315,2014.448,2010.450,9035.308,7029,816.261,50520,2-96,8

Sumber: BPS, processed by Trade Data and Information Center, Ministry of Trade

 

 Tabel Perdagangan Republik Kroasia dengan Negara ASEAN Tahun 2016 (dalam USD)​

RankNegaraEkspor Impor Total
       
1Vietnam26,33 juta 27,53 juta 53,86 juta
       
2Indonesia15,44 juta 28,16 juta 43,6 juta
3Thailand6,84 juta 20, 23 juta 27,07 juta
4Malaysia15,24 juta 10,79 juta 26,03 juta
5Singapura9,96 juta 6,11 juta 16,07 juta
6Filipina2,06 juta 2,02 juta 4,06 juta

Sumber: Trade Map, International Trade Centre 2017

 

Kerja sama perdagangan yang telah terjalin antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan Kroasia, antara lain PT. Busana Apparel, PT. Prima Inreksa Industries dan PT. Sepatu Mas Idaman dengan perusahaan Consule Kroasia, berupa produksi sepatu dan pakaian senilai 14 juta Euro, serta perusahaan Indonesia PT Indorama Synthetics dengan perusahaan Kroasia Jacquard Zagreb dalam bidang garmen. Di bidang kesehatan, PT. Bio Farma dari Indonesia dan Institut Imunologi Zavod dari Kroasia telah melakukan kerja sama di bidang penjualan serum yang dikembangkan dari preparat jenis hewan kuda.

Indonesia dan Kroasia telah menyelenggarakan Joint Cooperation on Economic and Technical Cooperation (SKB) Indonesia-Kroasia ke-2 di Jakarta pada tanggal 23 April 2013 back-to-back dengan Business Forum Indonesia-Kroasia pada tanggal 24 April 2013. Pada SKB RI-Kroasia Delegasi RI dipimpin oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Kementerian Luar Negeri RI. Delegasi Kroasia dipimpin oleh Mr. Denis Čajo, Head of the State Office for Trade Policy RepublikKroasia. Sedangkan dalam Business Forum, delegasi Indonesia dipimpin oleh KADIN Indonesia dan Delegasi Kroasia dipimpin oleh Kroasian Chamber of Commerce (CCE). Pada kesempatan forum bisnis tersebut juga akan dibentuk Joint Business Council Indonesia-Kroasia atas usulan KADIN Indonesia.

​Dalam SKB tersebut, kedua pihak sepakat untuk mengoptimalisasi upaya-upaya promosi dagang melalui partisipasi pada berbagai pameran dagang dan pengiriman trade mission; mendorong pembentukan joint business council; menjajaki pembuatan MoU kerja sama ekspor antara Trade Promotion Office (TPO); mendorong investor dari kedua negara untuk menggunakan jasa perbankan untuk membiayai proyek investasi bersama. Kedua pihak juga sepakat untuk memanfaatkan posisi strategis kedua negara di masing-masing kawasan untuk peningkatan kerja sama perdagangan.

Pada tanggal 8-9 Maret 2013, George Marantika, Ketua Komite Bilateral RI-Kroasia, KADIN, telah berkunjung ke Kroasia dalam rangka persiapan kegiatan Business Forum RI-Kroasia yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 24 April 2013.

Ketua KADIN RI, Suryo Bambang Sulisto, bersama Ketua Komite Bilateral RI-Kroasia KADIN Indonesia telah berkunjung ke Zagreb pada tanggal 22-24 Juni 2015. Pada kunjungan ini ditandatangani MoU antara KADIN Indonesia dengan Kroasian Chamber of Economy, dengan Kroasian Chamber of Trades and Crafts, dan dengan Kroasian Employers' Association. Pada kunjungan tersebut juga telah dijajaki berbagai peluang kerja sama, antara lain:​

  1. Kemungkinan Kroasia sebagai pintu masuk produk Indonesia, termasuk pelabuhan Ploce sebagai pintu masuk produk CPO Indonesia ke Eropa;
  2. Kemungkinan investasi Indonesia di pelabuhan Rijeka; 
  3. Penjajakan suplai batubara Indonesia ke Kroasia, mengingat Kroasia sedang berencana untuk membangun power plant tenaga batubara di Plomin;
  4. Penjajakan kerja sama infrastruktur, seperti shipbuilding, sharing expertise khususnya di bidang jalan tol, pelabuhan dan hydro power.

Perusahaan Kroasia, INSig2 menjajaki kerja sama dibidang
digital forensic dengan Indonesia. Pada kunjungan ke Indonesia bulan April 2015, perusahaan tersebut telah bertemu dengan Kemendagri, Interpol dan KPK. Pada tanggal 21 – 25 Februari 2017 perusahaan Kroasia IN2 (perusahaan software terbesar di Kroasia) dan INSig2 (perusahaan digital forensics dan cyber crime) kembali melakukan kunjungan ke Indonesia.

Kedatangan perusahaan IT Kroasia ke Indonesia kali ini dengan agenda utama untuk menawarkan jasa teknologi IT untuk sistem keamanan perusahaan, dan meminta dapat dihubungkan dengan perusahaan dan K/L terkait. Perusahaan INSig2 pernah mendapatkan tender dari NATO untuk mengembangkan sistem keamanan digital pada tahun 2013. Jasa yang ditawarkan antara lain Integrated Security, Technical Protection, Active An​alysis for Total Control, Integrated System, System Segments, IT Security, dan Maintenance.

Perusahaan Indonesia (melalui Apotek K-24) telah menjajaki kerja sama di bidang obat-obatan herbal, obat regeneratif, coklat sehat dan bahan-bahan baku (feedstock) untuk pengolahan bio-fuel dengan beberapa perusahaan obatan-obatan Kroasia, pada Mei 2015. Beberapa komitmen yang muncul dari penjajakan ini, antara lain komitmen untuk mengimpor ekstrak kulik manggis dan ramuan kebugaran wanita oleh perusahaan MI. D.o.o. Perusahaan ini juga menyampaikan minatnya untuk mengimpor gula aren.

Sebagai tindak lanjut partisipasi pada TEI 2014, salah satu perusahaan Kroasia telah menjajaki untuk mengimpor hydro power dari salah satu produsen di Bandung. Namun, hal ini juga belum terealisasi dengan baik.
Perusahaan FAMI Grup yang bergerak di bidang makanan olahan dan minuman juga sedang mempelajari dan mempersiapkan strategi untuk kerja sama bisnis di Indonesia. Dalam kaitan itu, perusahaan Kutjevo, salah satu perusahaan wine terbesar di Kroasia berencana untuk bekerja sama dengan PT. Hatten Wines dengan mengirimkan produk jus anggur yang akan diolah menjadi wine di Bali. Pihak Kutjevo juga telah mendaftarkan keinginannya kepada BNP2TKI untuk dapat mendatangkan TKI ke Kroasia sebanyak 150 orang (tahap awal) guna dipekerjakan di perkebunan anggur.

Untuk meningkatkan pasar produk kopi di Kroasia dan sekitarnya, KBRI Zagreb bekerja sama dengan Tanamera menyelenggarakan promosi kopi bertema “Indonesian Specialty Coffee: From Crop to Cup", pada 8-10 Juni 2016 menghadirkan roaster, pengusaha kafe, dan importir kopi di Kroasia. Meskipun jumlah penduduk Kroasia relatif kecil, namun memiliki budaya minum kopi yang terus tinggi. Pada tahun 2014, menurut Euromonitor rata-rata warga Kroasia meminum kopi sekitar 3,8kg/tahun dan diperkirakan akan terus meningkat.

Dari segi ekonomi, Indonesia dapat memanfaatkan posisi strategis Kroasia yang dilengkapi dengan fasilitas pelabuhan laut dan infrastruktur yang modern serta koneksi yang baik ke negara-negara anggota Uni Eropa di wilayah Eropa Barat dan Tengah sebagai pintu masuk alternatif dan juga hub pemasaran produk-produk Indonesia ke negara Uni Eropa. Di samping itu, Kroasia memiliki koneksi jalan bebas hambatan yang baik ke wilayah Eropa Barat dan Tengah. Kroasia menawarkan pelabuhan–pelabuhannya seperti: Ploce, Rijeka dan Zadar untuk pemasaran produk ekspor Indonesia ke negara-negara Eropa karena waktu perjalanan yang lebih singkat dibandingkan melalui pelabuhan negara Eropa lainnya.

 

     B. KERJASAMA SISTER CITY

Untuk menjajaki peluang kerja sama sister-city antara Yogyakarta dan kota Zagreb, Walikota Yogyakarta, Hariyadi Suyuti didampingi oleh Direktur Bank Pembangunan Daerah DIY, Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata DIY, dan Kepala Bagian Kerja sama Ekonomi Kota Yogyakarta, telah berkunjung ke Zagreb pada tanggal 2-3 Juni 2013.  Selama kunjungan tersebut, telah dilakukan pertemuan dengan perusahaan Energospektar d.o.o. yang tertarik untuk mengimpor minyak Jarak dari Indonesia. 

Sedangkan dalam pertemuan dengan Walikota Kalnik, Mr. Mladen Keser, telah dibahas peluang Kerja sama di bidang kesehatan, dengan mendatangkan tenaga dokter dari Yogyakarta ke daerah Kalnik dan kerja sama dalam teknologi pengolahan anggur dari buah salak dan pengolahan coklat serta pengolahan susu menjadi keju.

Pada tanggal 8 September 2014, KBRI Zagreb telah memfasilitasi kunjungan delegasi Walikota Semarang didampingi Ketua KADINDA Semarang, untuk melakukan pertemuan dengan Split-Dalmatian County Chamber of Economy (SDC-CE) guna menjajaki peluang kerjasama ekonomi dan investasi kedua kota yakni Semarang dan Split.


     C. KERJA SAMA DIALOG LINTAS AGAMA 

Pada tanggal 12 – 16 April 2014, telah diselenggarakan pertemuan Dialog Lintas Agama yang pertama di Zagreb, Kroasia. Dalam kesempatan tersebut, Delegasi RI yang dipimpin oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Abdul Jamil, MA dengan membawa berbagai unsur seperti tokoh agama dan pendidikan, di antaranya yaitu Pastur Agus Ulahayanan, Prof Dr. Faisal Ismail dan Prof. Dr. Azyumardi Azra, juga telah melakukan serangkaian pertemuan dengan berbagai pemimpin dan komunitas agama, unsur pemerintah di Kroasia, seperti Presiden, Wakil Menteri dan Walikota dan anggota Parlemen.


     D. KERJA SAMA PARIWISATA

KBRI Zagreb telah berpartisipasi pada pameran Place2Go, pada 17-19 Maret 2017. Pameran tersebut diikuti oleh 11 tour operator dari Indonesia dan dari negara sekitar yang menjadi mitra KBRI Zagreb.


Indonesia Movie Week

Pada tanggal 3-7 Juni 2017 KBRI Zagreb bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Film Indonesia (Pusbang Film), Kementerian Pen​didikan dan Kebudayaan telah menyelenggarakan Indonesian Movie Week (IMW) yang berlangsung di Zagreb (3-4 Juni) dan Split (5-7 Juni). Pekan film tersebut menayangkan 4 film Indonesia yatu; Gending Sriwijaya, Kisah 3 Titik, Sunya, dan Labuan Hat. Kegiatan yang baru pertama kalinya dilaksanakan ini merupakan bagian untuk memperingati 25 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara Indonesia-Kroasia.

Delegasi IMW yang hadir di Kroasia terdiri atas sejumlah produser, artis, jurnalis, tokoh masyarakat, dan perwakilan dari Pusbang Film. Kegiatan tersebut mendapatkan sambutan yang hangat dari warga Kroasia baik yang di Zagreb maupun di Split. Selain pemutaran film Delegasi juga telah melakukan forum diskusi dengan pelaku industri perfilman di Kroasia guna menjajaki kemungkinan kerja sama di bidang perfilman.