Dubes RI Wina Serahkan Surat Kepercayaan Kepada Presiden Slovenia

Dubes RI Dr. Darmansjah Djumala menyerahkan Letter of Credentials (Surat Kepercayaan) kepada Presiden Repubik Slovenia, Y.M. Borut Pahor, di Istana Kepresidenan Slovenia, menandai dimulainya aktivitas sebagai Dubes LBBP RI untuk Republik Slovenia, pada hari Rabu, 12 Juli 2017, waktu setempat.

Slovenia merupakan negara rangkapan Dubes RI untuk Austria, yang berkedudukan di Wina. Selain menjabat sebagai Dubes LBBP untuk Austria dan Slovenia, Djumala juga merangkap sebagai Wakil Tetap RI untuk PBB dan organisasi internasional lainnya di Wina (IAEA, UNOV, UNIDO, CTBTO dan OPEC Fund).

Setelah penyerahan Surat Kepercayaan, Presiden Borut Pahor didampingi sejumlah pejabat tinggi Kepresidenan, menerima Dubes Djumala untuk pertemuan bilateral dan membahas sejumlah isu penting terkait politik, ekonomi, peluang investasi dan perdagangan, serta keamanan regional.

Pada kesempatan tersebut, Dubes Djumala secara khusus menyampaikan salam hangat Presiden RI dan mengharapkan dukungan Presiden Slovenia untuk peningkatan hubungan bilateral kedua negara. Presiden Slovenia membalas salam hangat kepada Presiden RI, seraya mengutarakan kekagumannya atas kemajuan pembangunan Indonesia, yang dibangun di atas fondasi demokrasi, kekayaan budaya dan kemajemukan masyarakat.

Djumala lebih lanjut menjelaskan kondisi perekonomian Indonesia yang kian berkembang dan menawarkan peluang investasi di bidang yang menjadi prioritas nasional terutama infrastruktur, energi, maritim dan pariwisata. Diharapkan dengan dukungan Presiden Borut Pahor, kerjasama di bidang-bidang tersebut dapat ditingkatkan.

Selain itu, disinggung pula mengenai Interfaith Dialogue dan kaitannya dengan isu keamanan yang menarik perhatian Presiden Slovania. Dubes Djumala menjelaskan pentingnya kerjasama Interfaith Dialogue sebagai salah satu upaya meningkatkan pemahaman antara dunia Barat dan Islam, termasuk dalam meredam potensi konflik (clash of civilization).

Dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia berkepentingan untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan berbagai pemeluk kepercayaan di Indonesia, guna menjaga stabilitas politik dan keamanan. Pengalaman Indonesia dalam hal ini dapat menjadi inspirasi (lessen-learnt) bagi dunia. Kedua pihak sepakat dialog antar agama perlu ditingkatkan.

Selesai acara penyerahan surat kepercayaan Dubes Djumala mengadakan pertemuan dengan Kadin Slovenia guna menggenjot peningkatan kerjasama di bidang investasi dan perdagangan. Pada kesempatan tersebut, Djumala menekankan pentingnya memanfaatkan momentum 25 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Slovenia yang jatuh pada tahun ini untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, investasi dan perdagangan melalui berbagai kegiatan, seperti seminar dan pertemuan bisnis, kunjungan misi dagang dan sejenisnya.

Secara khusus Djumala menghimbau dunia usaha Slovenia untuk memanfaatkan secara maksimal perjanjian FLEGT-VPA yang diperoleh Indonesia bagi peningkatan kerjasama di bidang industri kayu. Kadin Slovenia menyambut baik dan akan menindaklanjutinya dengan bekerjasama dengan KBRI Wina.

Selain itu, Djumala bertemu dengan Konsul Kehormatan Indonesia di Slovenia dan mengambil kesempatan untuk mengadakan pertemuan dengan komunitas masyarakat Indonesia di Slovenia. Pertemuan perkenalan dan ramah tamah dengan masyarakat Indonesia dihadiri sekitar 60an anggota masyarakat beserta keluarganya yang menetap di Ljubljiana dan sekitarnya. Ini bagian dari misi pelayanan, pembinaan dan perlindungan negara bagi masyarakat Indonesia yang berada di Slovenia, tutur Djumala.

Dubes Djumala sebelumnya menjabat Sekretaris Presiden/Kepala Sekretariat Presiden RI pada periode 2015-2017. Pria kelahiran Palembang, 29 November 1958 ini mengawali karirnya di Kementerian Luar Negeri tahun 1984 menjalani penugasan antara lain di KBRI Tokyo, PTRI Jenewa, PTRI New York dan sebagai Deputy Chief of Mission pada KBRI/PRIME Brussel.

Setelah menjabat sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri, tahun 2010 Dr. Darmansjah Dumala dilantik sebagai Dubes RI untuk Polandia, dan kemudian diangkat sebagai Kepala Badan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri.

Peraih gelar Doktor dari Universitas Padjajaran tersebut dikenal aktif menuangkan buah pikirannya melalui artikel di berbagai media massa. Salah satu gagasannya yang penting adalah perlunya membumikan diplomasi dan politik luar negeri atau diplomasi membumi: diplomasi yang memberi manfaat langsung bagi rakyat.


 

                                                                                                                                                                                    Wina, 13 Juli 2017