Menjaga Sinergitas antar Kedua Perwakilan : Rapat Koordinasi Perlindungan WNI KBRI Tripoli - KBRI Tunis Diselenggarakan dekat Perbatasan Libya-Tunisia

Rapat Koordinasi antara KBRI Tripoli dan KBRI Tunis di Zarzis, Tunisia pada 8-10 Oktober 2018 dan dihadiri KUAI RI Tripoli, Dubes Tunis beserta para staf dari kedua Perwakilan RI telah dilakukan dengan tujuan untuk terus menjaga sinergitas kedua perwakilan dalam penanganan perlindungan WNI/TKI di wilayah akreditasi

Saling bertukar informasi dan penanganan cepat dalam menghadapi situasi dan kondisi di lapangan yang membutuhkan kesigapan dan kesiapan dalam menyikapi bervariasinya permasalahan yang ada dan akan dihadapi kedepan. Hal ini sangat diperlukan mengingat situasi dan kondisi Politik Keamanan di Libya yang belum kondusif, khususnya menjelang rencana Pemilu Libya yang menurut informasi akan dilakukan akhir tahun ini atau awal tahun depan.

​KUAI RI Tripoli, Subandrio menyampaikan bahwa perlindungan total bagi seluruh WNI/TKI yang berada di Libya merupakan prioritas untuk memastikan kehadiran Negara kepada seluruh warganya di wilayah akreditasi. Situasi saat ini di Libya kembali memanas dengan terjadinya pertempuran antar milisi yang menguasai Tripoli, Libya dan berimbas kepada penutupan Bandara Mitiga setelah beberapa kali menjadi objek serangan para pihak yang bertikai.

Situasi tersebut tidak menghentikan KBRI Tripoli untuk melakukan evakuasi kepada 5 (lima) orang Tenaga Kerja Bermasalah, di mana sebanyak 2 (dua) gelombang evakuasi melalui jalur darat berhasil dilakukan melalui perbatasan Ras Jdir pada tanggal 5 dan 28 September 2018 untuk memastikan WNI tersebut dapat pulang ke Indonesia dengan selamat, tambah KUAI RI Tripoli.

Duta Besar RI Tunis, Ikrar Nusa Bhakti dalam paparannya menyampaikan masih masuknya tenaga kerja Indonesia ke Negara-Negara Timur Tengah menjadi kendala tersendiri untuk meminimalkan bahkan menghentikan permasalahan TPPO ini kembali berulang. Tindak lanjut secara serius seluruh stakeholder di hulu sangat diperlukan mengingat di beberapa wilayah negara Timur Tengah situasi keamanannya masih buruk sehingga dapat mengancam keselamatan jiwa tenaga kerja itu sendiri.

​Sinergitas antar kedua perwakilan ini telah dan akan terus dilaksanakan dan bahkan ditingkatkan masa depan. Pencarian solusi atas permasalahan yang beragam serta variatif dilapangan menjadi catatan bersama pada Rakor kali ini dengan pengertian bersama bahwa upaya maksimal akan terus dilakukan oleh kedua perwakilan untuk memastikan kehadiran Negara bagi seluruh Warga Indonesia di wilayah akreditasi.