KBRI TRIPOLI EVAKUASI 3 WNI/TKI BERMASALAH DARI LIBYA VIA JALUR DARAT

​​​

KBRI dalam pelaksanaan perlindungan kepada seluruh WNI/TKI yang ada di wilayah akreditasi berusaha mengedepankan aspek keamanan kepada seluruh Warga Negara Indonesia di negara akreditasi. Pada tanggal 28 September 2018, KBRI Tripoli kembali memulangkan sebanyak 3 (tiga) orang TKI yang sebelumnya telah berada di shelter KBRI Tripoli akibat permasalahan hubungan kerja. Ketiga TKI tersebut mengalami perlakukan kasar dari pihak majikan yang mengakibatkan mereka tidak betah bekerja dan memutuskan untuk kembali ke Indonesia disamping dengan kondisi keamanan di Libya yang selama ini masih tidak aman. Evakuasi dilalukan melalui darat dari Tripoli ke Djerba, Tunisia dan dilanjutkan ke Indonesia karena Bandara Mitiga, Tripoli tutup akibat pertempuran.

Para TKI tersebut dari Tripoli, Libya menuju Tunisia melalui jalur darat melalui perbatasan Ras Jdir, Tunisia pada Kamis, 27 September 2018 dan diterbangkan ke Tunis pada, 28 September 2018 untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke Jakarta pada tangal 29 September 2018 dengan satu orang pendamping Staf KBRI Tripoli. Para TKI tersebut tiba di Jakarta pada 30 September 2018 dan dipulangkan ke daerah asal oleh BNP2TKI.

​Merujuk kepada Kepmenaker No.260 Tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia di Negara- Negara kawasan Timur Tengah, ketiga TKI tersebut masuk pada kategori Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang  pada saat evakuasi tersebut berjalan, situasi keamanan sangat mencekam dan cukup mengkhawatirkan. KBRI Tripoli senantiasa menghimbau para calon TKI untuk senantiasa waspada dan berhati-hati jika menerima penawaran untuk bekerja di luar negeri, khususnya ke Libya mengingat Libya masih dalam kondisi perang dan ketiadaan peraturan yang dapat melindungi hak-hak pekerja asing di Libya.