Dalam Temu Masyarakat, BNPT Ajak Masyarakat Indonesia di Jepang untuk Waspadai dan Antisipasi Bahaya Terorisme

Di tengah semakin gencarnya upaya propaganda dan rekrutmen yang dilakukan oleh kelompok teroris, BNPT mendorong masyakarat Indonesia di dalam maupun luar negeri untuk cerdas mencerna informasi yang beredar di dunia maya dan tidak mudah terprovokasi oleh berita hoax yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Brigjen (Mar) Yuniar Ludfi, Direktur Perangkat Hukum Internasional, dan Brigjen TNI Dadang Hendrayudha, Kepala Biro Umum, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam acara temu masyarakat dengan masyarakat Indonesia di Tokyo dan sekitarnya di KBRI Tokyo (23/07).

 

Lebih lanjut disampaikan himbauan bagi masyarakat Indonesia untuk bergabung dengan komunitas Pusat Media Damai (PMD) yang dapat diakses dengan mudah melalui media sosial. Diharapkan melalui penyebaran informasi pencegahan terorisme melalui PMD dapat membantu mengedukasi masyakarat mengenai terorisme.

 

Komunitas digital ini merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk menjawab tantangan dinamika propaganda dan rekrutmen terorisme yang terus mengalami perkembangan akhir-akhir ini. Di era modern yang didominasi oleh peran media sosial, rekrutmen dan propaganda terorisme diselenggarakan secara lebih terbuka dan dengan menggunakan pendekatan melalui media sosial yang populer di kalangan masyarakat. Hal ini menunjukkan pergeseran dari metode rekrutmen di masa lalu yang umumnya dilakukan secara tertutup dan melalui pendekatan secara langsung.

 

Temu masyarakat kali ini merupakan bagian dari rangkaian penyebarluasan informasi mengenai bahaya terorisme dan perlindungan WNI dan kepentingan nasional yang secara aktif diselenggarakan BNPT di berbagai negara.

 

Kegiatan ini diselenggarakan bertepatan dengan kunjungan kerja Delegasi BNPT ke Tokyo, sekaligus juga sebagai bagian dari strategi nasional pencegahan terorisme  melalui program pembinaan masyarakat Indonesia di luar negeri.