SENSASI DAN PENGALAMAN BARU BAGI PARA JURNALIS IRAN, PESERTA FAMTRIP 2018

“Famtrip 2018 ditujukan untuk menggaet wisatawan Iran melaui sejumlah publikasi dan promosi pariwisata Indonesia di media setempat, oleh karenanya peserta Famtrip kali ini dipilih dari 6 media terkemuka Iran. Harapannya dari hasil liputan ataupun publikasi media tersebut dapat menarik masyarakat Iran untuk lebih banyak lagi berkunjung ke Indonesia sehingga kedepannya Iran dapat diperhitungkan sebagai salah satu negara tujuan pemasaran pariwisata Indonesia", demikian disampaikan Dubes RI, Octavino Alimudin.

Bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata RI, KBRI Tehran selenggarakan kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) 2018 ke 3 Propinsi di Indonesia (Jakarta-Aceh dan Bali) diikuti oleh 7  jurnalis Iran dari 6 media terkenal Iran yaitu Press TV, Hamshahari, Kantor Berita IRNA, Khabarvarzesh, Asia Daily dan Asia Collection (travel writer /freelancer) tanggal 5-12 Oktober 2018.

Para peserta juga diikutsertakan dalam agenda khusus, bekerjasama dengan INAPGOC para peserta berkesempatan menghadiri pembukaan perhelatan akbar, Asian Para Games 2018 di Stadion GBK Jakarta  tanggal 6 Oktober 2018 dan bertemu dengan sejumlah atlet Iran untuk memberikan dukungan serta mengunjungi Kilometer Nol di Sabang, Aceh.

Famtrip 2018 kali ini mengusung 4 tema wisata yaitu wisata religi, budaya, alam dan pengetahuan dimana para peserta mengunjungi sejumlah spot wisata dan bangunan bersejarah  seperti Mesjid Istiqlal (Jakarta), Mesjid Baiturrahman (Aceh),   Mesjid Jami, Vihara Ling Guan Kiong dan Pura Segara di Buleleng, Bali. Sedangkan untuk wisata budaya, menyaksikan pertunjukan seni Tari Saman di Aceh dan Sabang , tari Topeng Bali di Lovina dan kekayaan budaya lainnya.  Sementara itu untuk wisata alam, para peserta diajak ke Pantai di Sabang, Pantai Jimbaran (Bali) dan melihat matahari terbenam di Lovina, Bali dan Taman Safari, Bali. Sayangnya agenda untuk menyaksikan pertunjukan lumba-lumba di Lovina dan snorkling di Pulau Menjangan  terpaksa dibatalkan karena faktor keselamatan peserta akibat adanya gempa bumi di Bondowoso yang getarannya dirasakan cukup kuat di kawasan tersebut.

Wisata pengetahuan di Museum Monumen Nasional dan Kota Tua (Jakarta),  Museum Tsunami (Aceh) dan Kilometer Nol (Sabang), Museum Soenda Ketjil, Buleleng (Bali) . Pengetahuan lainnya yang diperoleh antara lain para peserta diajarkan bagaimana memilih kopi yang baik dan berkesempatan mencicipi kopi Aceh di kedai kopi dan café. Yang menarik lainnya adalah kuliner berkonsep alam, mengolah makanan secara tradisional  dengan menggunakan bahan-bahan organik di salah satu rumah makan di Bali, hal ini tentu saja dapat menambah pengetahuan dan sensasi tersendiri.

Di sela-sela kunjungan, para peserta dapat bertatap muka dan melakukan wawancara dengan para pejabat terkait di setiap kota yang dikunjungi. Sebagai bahan evaluasi dan masukan yang positif dalam memetakan kebutuhan wisatawan Iran, di akhir kegiatan para peserta diminta menyampaikan pendapat dan evaluasinya selama kegiatan berlangsung.

Pemilihan kota-kota yang dikunjungi dalam kegiatan Famtrip 2018 ini selain untuk menunjukan obyek wisata baru bagi wisatawan Iran, juga karena beberapa kota  tersebut  terdaftar dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang patut dilestarikan (KBRI Tehran)