Press Statement Konsul RI Tawau terkait Kejadian Kecelakaan Speed boat 29 Juni 2018

7/1/2018

Kami segenap keluarga besar KRI Tawau turut menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga penumpang speedboat yang meninggal dalam  kecelakaan di perairan Sungai Nyamuk pada tanggal 29 Juni 2018 malam. Kepada para korban yang selamat kami mendoakan semoga segera pulih dan dapat kembali beraktifitas. Untuk korban yang masih hilang, kami mendoakan semoga dapat segera ditemukan.

Kejadian kecelakaan di jalur yang tidak resmi (ilegal) bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, telah terjadi juga kecelakaan speedboat pada bulan Februari tahun 2017. Hal ini seharusnya menjadi pelajaran bagi para WNI/PMI yang berada di Malaysia (Sabah) untuk tidak lagi melakukan penyeberangan menggunakan speedboat di jalur ilegal. Namun sayangnya, jalur-jalur tersebut masih beroperasi sehingga membuka kesempatan bagi para WNI/PMI yang tidak memiliki dokumen perjalanan yang resmi untuk memilih jalur ilegal tersebut meski memiliki resiko kecelakaan atau penangkapan oleh aparat keamanan laut Malaysia.

Kepulangan PMI/WNI dengan menggunakan moda ilegal, marak dan rutin ditemukan karena masih banyaknya warga Indonesia di Sabah yang tidak memiliki dokumen ijin tinggal. Selain itu, hingga kini belum ada peraturan dan kebijakan Pemerintah Malaysia yang dapat membantu para PMI khususnya yang bekerja sebagai buruh untuk mengurus ijin tinggal yang sah bagi keluarganya yang mendampingi di Sabah.

Dengan kejadian ini, KRI Tawau mengimbau kepada semua PMI/WNI yang berada di Sabah untuk tidak melakukan penyeberangan dengan menggunakan moda pengangkutan/jalur tidak resmi. Kami juga mengimbau agar para WNI/PMI tidak mengajak saudara ataupun kerabat mereka dari tanah air untuk ke Malaysia melalui jalur ilegal.

Sebagai informasi Pemerintah Malaysia tengah melakukan Operasi Mega untuk merazia Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) di Malaysia yang telah dimulai sejak tanggal 1 Juli 2018 kemarin, termasuk dengan memperketat patroli penjagaannya di daerah perbatasan  laut untuk mencegah masuknya orang asing melalui jalur tidak resmi.​


PPID Tawau: FA