Hibah Traktor Tangan Indonesia kepada Fiji

Keterangan Foto Ki-ka: Duta Besar RI untuk Suva RM Benyamin Scott Carnadi, Sekjen Kemtan RI Syukur Iwantoro, dan Permanent Secr

​Suva, 1 November 2018. Dalam upaya membantu Pemerintah Fiji untuk mendongkrak produksi dan produktivitas pertaniannya, Pemerintah Indonesia memberikan hibah pembiayaan pengadaan traktor tangan melalui penandatanganan Persetujuan Hibah RI – Fiji untuk Pembiayaan Pengadaan Traktor Tangan (Grant Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Fiji for Financing the Procurement of Hand Tractors) senilai Rp. 5,8 milyar atau sekitar FJ$ 815,966.

Penandatanganan naskah hibah tersebut dilakukan oleh Sekretaris Jenderal, Kementerian Pertanian RI, Syukur Iwantoro dan Permanent Secretary Kementerian Pertanian Fiji, David Kolitagane, atas nama pemerintah masing-masing, di Kantor Kementerian Pertanian Fiji, Suva, pada tanggal 1 November  2018. Penandatanganan tersebut juga disaksikan oleh Duta Besar RI Suva, RM Benyamin Scott Carnadi.

Sekjen Kementerian Pertanian RI, Syukur Iwantoro  dalam sambutannya menyatakan bahwa hibah merupakan komitmen Indonesia yang nyata dan berkelanjutan dalam bentuk bantuan barang, teknis dan pengembangan kapasitas kepada Fiji untuk peningkatan kualitas pembangunan Fiji.

Permanent Secretary Kementerian Pertanian Fiji, David Kolitagane menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap dukungan Indonesia dalam membangun bidang pertanian di Fiji. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa hibah ini sangat sesuai dengan kebijakan Pemerintah Fiji untuk meningkatkan kualitas dan modernisasi mekanisasi pertanian guna peningkatan produksi.

​Pada pertemuan bilateral, kedua belah pihak menyepakati pembentukan Kelompok Kerja Teknis Bidang Pertanian sebagai tindak lanjut kesepakatan kerja sama Pertanian yang telah ditandatangani oleh Menteri Pertanian Indonesia dan Menteri Pertanian Fiji, bulan Agustus 2017 di Jakarta. Kelompok kerja tersebut akan membahas berbagai program kerja sama pertanian yang strategis bagi kedua negara.

Dalam kunjungan lapangan ke Pusat Riset Pertanian di Koronivia, Fiji, Delegasi RI melihat bahwa dari 10 unit bantuan traktor tangan RI ke Pusat Riset tersebut, hanya dua yang beroperasi karena sisanya rusak. Sehubungan itu, Sekjen Kementerian Pertanian RI menawarkan pelatihan bagi teknisi traktor tangan Fiji ke Indonesia sehingga mereka dapat memperbaiki sendiri traktor tangan yang tidak berfungsi.

Dalam catatan KBRI Suva, sejak tahun 2004, Pemri telah memberikan bantuan 20 unit traktor tangan, tenaga ahli bidang pertanian, dan berbagai program magang bagi petani Fiji di Indonesia. (Sumber: KBRI Suva)