SATE PADANG, PEYEK TERI, BRONGKOS TAHU, DAN EMPEK-EMPEK LUDES DI PASAR MALAM STOCKHOLM

​Stockholm (Sabtu, 27 Oktober 2018). Sebagai rangkaian dari program kebudayaan Indonesia, KBRI bekerjasama dengan the Swedish-Indonesia Association (SIS) menyelenggarakan pentas kebudayaan Indonesia pada acara ”Pasar Malam” di Stockholm, 27 Oktober 2018. Para pengunjung tidak saja menyaksikan pertunjukan seni budaya, tetapi juga membeli berbagai masakan dan minuman Indonesia.

Qatrun Nada, ketua Swedish Indonesia Association (SIS) menyatakan bahwa tujuan diadakannya acara ini adalah untuk mengenalkan secara lebih banyak kebudayaan Indonesia kepada Swedia. Anders, salah satu mantan pengurus SIS menyatakan bahwa kebudayaan adalah jembatan penghubung antar bangsa dan lebih mengakrabkan persahabatan antara dua negara. Dia mengharapkan agar kegiatan ini tetap diteruskan di masa depan.

Dubes RI untuk Swedia, Bagas Hapsoro menyambut baik upaya ini. Disampaikan pula penghargaannya kepada SIS, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) dan WNI Indonesia lainnya yang telah bekerja sama untuk membawa nama baik Indonesia di Swedia. SIS dan PPI juga mengkoordinasikan pengumpulan dana untuk membantu korban bencana alam di Sulawesi dan Lombok. Usai pidato Dubes RI menyematkan iket kepala (bhs Sunda : totopong) kepada salah satu pemuka masyarakat Indonesia di Swedia Bapak Arya Warshita.

Acara dimulai pada siang hari Sabtu di aula gedung Aula SMP Skytteholmsskolan, Solna, Stockholm. Acara semakin meriah dengan pertunjukan kelompok musik Ukulele pimpinan Bapak Judo Kusumowidagdo dengan membawakan lagu-lagu perjuangan. Pertunjukan dimeriahkan dengan tari kreasi modern yang dibawakan oleh Wanita Helland dari Stockholm. Pementasan lainnya lainnya adalah ”Doctor Brass” yaitu kelompok dokter yang memainkan musik alat-alat tiup dari kota Uppsala.

Pada puncak acara beberapa WNI yang tergabung dalam ”Anak Singkong” menyanyikan lagu-lagu daerah Indonesia.

Paling meriah

Kegiatan Pasar Malam Indonesia di Stockholm 2018 yang digelar berlangsung meriah dan ramai dipadati para pengunjung. Acara Pasar Malam ini diadakan setiap tahun dan lazimnya diakhir musim gugur.

Dari berbagai meja makanan yang ada di Pasar Malam ini, sebagian besar menyajikan beraneka ragam makanan khas Indonesia. Seperti nasi goreng, ketoprak, soto, bakso, sate, hingga jajanan seperti mpek-empek, onde-onde, mendoan, risoles, kue lapis dan berbagai makanan khas Indonesia lainnya. Begitu larisnya makanan dibeli para pengunjung, tidak heran sebelum jam 15:30 para penjual sudah bisa membersihkan tempat dagangnya.

KBRI Stockholm senantiasa mendukung dan memfasilitasi program ini karena telah mendapatkan sambutan baik dari para pemangku kepentingan, menambah citra positif Indonesia di kalangan masyarakat Swedia serta memperkuat people-to-people contact antara kedua negara.

(Sumber: KBRI Stockholm)
        
Stockholm, 27 Oktober 2018