PAMERAN LUKISAN SURYO INDRATNO

Stockholm (Jum'at, 14 September 2018). Akhir pekan tanggal 14 September 2018 menjadi momen terpenting bagi pelukis Suryo Indratno. Pria lulusan sekolah Institut Seni Rupa Inidonesia (ISI) Solo ini mendapat perhatian dari para tetangganya di Stockholm yang melihat lukisan koleksinya. Bahkan banyak yang meminta foto bersama di depan lukisannya.


Pameran dengan judul 'Me Ta Fo Ra", ini menyisipkan fasafah Suryo "Everything around us can be functional and we understand it as a tool or value in culture".
"Ini lukisan terindah yang saya buat, judulnya "Kota Tua" (Gamla Stan).  Terus terang saya menjadi produktif sejak tinggal di Stockholm." demikian kata Mas Suryo, panggilan akrab pelukis aliran surealisme tersebut.


Dubes Bagas Hapsoro yang ikut meresmikan pameran lukisan menjelaskan bahwa tekad Suryo perlu diapresiasi. Pelukis ini mampu untuk mencurahkan karya  sebagai persahabatan antara kedua bangsa. Gamla Stan adalah tempat dan jembatan antar bangsa. Semua budaya, bangsa dan kebudayaan bisa bertemu disitu", dalam kata sambutannya.


(Sumber: KBRI Stockholm)