Masyarakat Indonesia di Swedia Awali Desember 2018 Dengan Perayaan Natal

Mengawali bulan Desember, KBRI Stockholm dengan dukungan Kelompok Masyarakat Kristiani Indonesia dan Perkumpulan Pelajar Indonesia di Stockholm, telah menyelenggarakan perayaan Natal Bersama pada hari Sabtu, 1 Desember 2018. Kegiatan berlangsung di Wisma Duta Besar RI untuk Kerajaan Swedia dan Republik Latvia, dan dihadiri oleh sekitar 250 orang pengunjung yang terdiri dari Masyarakat Indonesia di Swedia, Persatuan Pelajar Indonesia dan Friends of Indonesia.

 

Duta Besar RI untuk Swedia, Bagas Hapsoro dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan serta menghargai berbagai perbedaan yang ada. Disampaikan pula oleh Bagas Hapsoro bahwa peringatan ini memaknai semangat gotong royong dan toleransi sebagai nilai-nilai yang sudah sejak lama melekat dan menjadi identitas Bangsa Indonesia.

 

Terdapat toleransi yang besar antar para pemeluk agama dan keyakinan yang berbeda pada Masyarakat Indonesia. Sudah menjadi budaya dan tradisi bagi Bangsa Indonesia di manapun berada, untuk saling menghormati dan menghargai kemajemukan dan segala perbedaan yang ada, tanpa membeda-bedakan antara kelompok yang satu dengan yang lain.

 

Simbol keragaman tersebut juga tercermin dalam prosesi penyalaan lilin Natal, yang dilakukan oleh wakil-wakil dari kelompok agama yang lain, yakni Islam, Hindu, Kristen Katolik dan Diaspora Komunitas Indonesia di Swedia.   Suasana semakin syahdu ketika para hadirin bersama-sama menyanyikan Lagu Malam Kudus, yang dinyayikan dalam 3 bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Swedia.

 

Perayaan Natal menjadi semakin khusyuk dengan pembacaan liturgi ayat-ayat Alkitab tentang Kelahiran Yesus Kristus, yang dibawakan oleh perwakilan anak-anak, pelajar mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Swedia.

 

Kegiatan Perayaan Natal sendiri diawali dengan prosesi Santa Lucia, dimana seorang gadis kecil dengan mahkota lilin, diikuti oleh anak-anak  kecil berjalan mengitari ruangan dengan membawa lilin dan menyanyikan lagu tradisional Swedia. Kegiatan ini merupakan tradisi Swedia yang dilakukan setiap awal Desember, untuk memperingati Santa Lucia yang berjasa membagi-bagikan makanan bagi kaum miskin dan orang-orang Kristiani yang tertindas dan dipenjara pada zaman dahulu kala.

 

Turut menyemarakan perayaan Natal adalah para penyanyi dari kalangan Masyarakat Indonesia di Swedia, para pelajar Indonesia di Stockholm, dan pemusik dari Swedia,  yang ikut membawakan lagu-lagu Natal seperti Feliz Navidad, Gloria In Excelsies Deo,  Jingle Bells, Rudolph the Red Nose Reindeer,  dan berbagai lagu Natal lainnya.

 

Hiburan musik juga dimeriahkan dengan persembahan lagu oleh Ambassador's Band, dengan persembahan lagu kolaborasi dengan masyarakat Indonesia membawakan beberapa lagu Natal dan modern.

 

Perayaan Natal kali ini juga diwarnai dengan pembacaan puisi dalam Bahasa Swedia dan Bahasa Indonesia yang menggambarkan kerukunan antar umat yang berbeda keyakinan dan agama, namun saling menghargai dan menghormati satu sama lainnya. Kegiatan perayaan semakin meriah dengan hadirnya Santa Claus di penghujung acara, yang membagikan hadiah untuk anak-anak yang hadir dalam acara perayaan.

 

Berbagai kuliner khas tradisional Indonesia dan hidangan khas Natal juga turut hadir menyemarakan perayaan Natal, seperti kue bolu, wedang ronde, rendang, ayam panggang kalasan, sop kimlo,  sambal, krupuk dan bakwan goreng.

 

Hidangan yang lezat tersebut langsung diserbu oleh para pengunjung yang rindu akan makanan Indonesia, dan mendapatkan apresiasi besar terutama warga Swedia yang hadir dikarenakan kelezatan dan kekhasan kuliner khas Indonesia dimaksud.


Stockholm (1 Desember 2018).  

(Sumber: KBRI Stockholm)