BREAKING NEWS KERUSUHAN DI BEBERAPA KOTA DI SWEDIA 89 MOBIL DIBAKAR DI 11 LOKASI

Stockholm (14 Agustus 2018). Senin malam jam 21:00 telah terjadi kerusuhan di beberapa kota seperti Gothenburg, Stockholm, Uppsala dan Falkenberg. Sekitar 89 buah mobil terbakar di 11 lokasi yang berbeda.  Berdasarkan keterangan polisi, kerusuhan-kerusuhan tersebut dilakukan oleh sekelompok oknum (15-20 orang) yang belum diketahui identitasnya. Namun demikian, dua orang diduga pelaku telah ditangkap dan diinterograsi polisi.

 

Menurut harian Gothenburg Posten, di kota Gothenburg beberapa orang dengan berpakaian dan berkedok serba hitam telah menyulut 80 mobil pribadi yang diparkir di pelataran pemukiman dengan bensin hingga hangus terbakar. Dari tempat kejadian, polisi mengindikasikan bahwa para pelaku sebelumnya telah mempunyai pemahaman yang akurat mengenai situasi dan kondisi TKP. Dengan kata lain, mereka telah merencanakan aksi kerusuhan-kerusuhan ini secara terperinci.

 

Berdasarkan penjelasan juru bicara kepolisian, Hans Lippens, pihaknya telah meminta keterangan dari beberapa pemuda yang berada di sekitar TKP beberapa saat setelah kejadian, namun pihaknya  tidak dapat serta-merta menuduh mereka sebagai pelaku pembakaran tanpa bukti yang mendasar. Untuk itu, pihak kepolisian juga mencari keterangan dari orang tua mereka.

 

Tepat jam 21:00 setelah terjadinya aksi pembakaran pertama di wilayah pemukiman dan alun-alun di distrik Frölunda, pada waktu yang hampir bersamaan telah terjadi pula aksi yang sama di wilayah sekolah di Hjällbo (sebelah timur Gothenburg). Lagi-lagi saksi mata mengatakan bahwa mereka melihat 5-6 pelaku berpakaian serba hitam telah menyulut beberapa kendaraan dengan menggunakan bom Molotov. Di distrik Trollhättan polisi bahkan mengalami pelemparan batu dan petasan yang dilakukan oleh sekelompok orang tidak dikenal. Berdasarkan laporan polisi, secara keseluruhan ada sekitar 120 mobil yang rusak terbakar  (89 buah di Gothenburg, Trollhättan dan Lysekil, dan sisanya di kota Stockholm dan Uppsala).

 

Tobias Åkesson, chief executive officer pada jawatan pelayanan keselamatan kota Stockholm tidak  berani berasumsi bahwa aksi kerusuhan ini merupakan suatu aksi yang terorganisir, namun pihak kepolisian telah melakukan langkah investigatif untuk bisa menangkap para pelaku dan mengungkap tujuan dibalik aksi mereka. Ia juga mengatakan bahwa pihak kepolisian telah mengantisipasi  hal-hal yang mungkin bisa terjadi di kemudian hari.

 

Pihak kepolisian Swedia juga mengatakan bahwa aksi pembakaran mobil di wilayah ibukota Stockholm belum menimbulkan situasi yang mengkhawatirkan dan hingga kini belum ada pihak tersangka yang ditangkap.

 

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Stockholm telah mengekuarkan edaran baik melalui edaran resmi maupun media sosial agar WNI berhati-hati dan menghindari tempat-tempat keramaian yg diperkirakan menjadi lokasi kerusuhan (Sumber: KBRI).