Indonesia - Makedonia

Gambaran Singkat

Politik

  • Pada 13-17 November 2012 Menteri Luar Negeri Makedonia, Nikola Poposki melakukan kunjungan ke Indonesia, guna bertemu dengan kalangan penguasaha Indonesia.
  • Hubungan bilateral RI-Makedonia juga meningkat dalam kontak antar parlemen kedua negara. Delegasi GKSB RI akan berkunjung ke Makedoniadi pada bulan desember 2017.
  • Hubungan yang terjalin baik antara Makedonia dan Indonesia ditandai oleh adanya dukungan unilateral yang pernah diberikan oleh Pemerintah Makedonia atas pencalonan Indonesia dalam organisasi internasional sebagai berikut :
  • Anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) periode 2011-2013 yang pemilihannya telah berlangsung pada 27th IMO Annual Assembly di London tanggal 25 November 2011.
  • Anggota ECOSOC periode 2012-2014 yang pemilihannya telah berlangsung pada SMU PBB ke-66 di New York tahun 2011.
  • Kedekatan hubungan juga ditunjukkan dengan adanya kesepakatan saling dukung antara kedua negara, yaitu saling dukung antara pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan HAM periode 2011-2014  dan pencalonan Makedonia sebagai anggota Dewan HAM periode 2014-2016 .

Ekonomi

  • Dibandingkan perdagangan Makedonia dengan negara-negara ASEAN lainnya pada tahun 2014, Indonesia menempati posisi ke-2. Namun demikian, Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang mengalami defisit dalam transaksi perdagangan dengan Makedonia.
  • Penyelenggaraan Business Forum RI-Makedonia, Skopje 3 Agustus 2012 guna meningkatkan hubungan kerja sama antara penguasaha Makedonia dan penguasaha RI.
  • Berdasarkan data dari Kemendag RI, selama 5 tahun (2012-2016) tren total perdagangan antara RI – Macedonia menggambarkan tren negative  sebesar 16,58%.

Sosial Budaya

  • Tahun 2016 Dubes RI mengadakan pertemuan dengan Wakil Menteri Kebudayaan Makedinia dan salah satu hasilnya adalah draft MoU bidang kebudayaan antara kedua negara, yang sekarang masih dalam pembahasan dengan pihak Indonesia.
  • Tahun 2016 juga Dubes RI bertemu dengan Wakil Menteri Pendidikan Makedonia guna membahas mengenai kerjasama pendidikan kedua negara dan juga masalah visa bagi pelajar Indonesia yang mendapat beasiswa dari pemerintah Makedonia.
  • Diadakannya Indonesian Night di Skopje sebagai ajang promosi terpadu Indonesia dengan memamerkan foto, produk, kuliner, dan budaya Indonesia dengan penampilan tim Bulan Trisna Djelantik pada tahun 2016.
  • Warga negara Makedonia mulai melirik Indonesia sebagai destinasi wisata di Asia. Jumlah wisman dari Makedonia pun terus bertambah dari tahun ke tahun. Dari 166 orang pada 2012 meningkat lebih dari 100,6% pada 2013 yakni 333, kemudain meningkat lagi sebesar 20.7% pada 2014 yakni 402 orang, dan meningkat 15% pada tahun 2016 yakni 463 orang.  Adapun data tahun 2015 belum dirilis oleh BPS. Dengan demikian rata-rata pertumbuhan selama lima tahun terakhir selain tahun 2015 adalah 45.43%.

KEPENTINGAN UTAMA RI

  • Menjadikan Makedonia sebagai pintu masuk produk dan komoditi unggulan Indonesia, e.g. CPO, di pasar Eropa Tengah dan Timur.

KEPENTINGAN UTAMA MAKEDONIA

  • Mendorong Indonesia berinvestasi di Makedonia khususnya untuk produksi biodiesel dan minyak goreng dengan bahan baku CPO.

​ISU PENDING                             

  • Perjanjian Kerja Sama Ekonomi dan Teknik RI-Makedonia (pending di pihak Makedonia)
  • Air Transport Agreement RI-Makedonia (belum menjadi prioritas Pemri)
  • Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda RI-Makedonia (belum menjadi prioritas Pemri)
  • Realisasi program beasiswa bagi calon mahasiswa RI yang akan menempuh studi di University of Information, Science and Technology St Paul the Apostle di Ohrid (pending di pihak panitia pemberi beasiswa di Makedonia)
  • Rencana Kunjungan GKSB Parlemen RI-Makedonia ke Skopje pada tahun 2016 (tbc) dan finalisasi MoU Kerja Sama Antar Grup Kerja Sama Bilateral Parlemen RI-Makedonia (pending di pihak Makedonia).

 

GAMBARAN UMUM

Tanggal Pembukaan Hub. Bilateral:25 Mei 1993
Hubungan Diplomatik:Indonesia memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Former Yugoslav Republic of Macedonia (FYROM) pada 25 Mei 1993, dan dilanjutkan dengan persetujuan pembukaan hubungan diplomatik pada tingkat Duta Besar. Namun realisasi pembukaan hubungan diplomatik pernah tertunda karena adanya perbedaan persepsi kedua negara mengenai penggunaan nama resmi Makedonia. Berdasarkan pertimbangan politis, Pemri menggunakan sebutan FYROM sesuai dengan resolusi MU-PBB no.47/225 tahun 1993, sementara Pemerintah Makedonia menghendaki penyebutan Republik Makedonia.
Perwakilan Diplomatik/Dagang:

Duta Besar Makedonia (non-resident) Y.M. Slobodan Tashovski (dirangkap dari New Delhi, India)

Duta Besar RI Sri Astari Rasjid (berkedudukan di Sofia, Bulgaria) (Credential 23 Maret 2016)

Kemitraan Strategis/Status Kerja Sama/Mekanisme Bilateral:n/a
Kunjungan Tingkat Tinggi Terakhir:
  • Pada tanggal 30-31 Maret 2012, delegasi BKPM telah berkunjung ke Makedonia untuk bertemu dengan pejabat dari Kementerian Luar Negeri Makedonia, Kementerian Ekonomi Makedonia, MASIT (Macedonian Chamber of Information and Communication Technology) beserta Invest Macedonia (Badan investasi Makedonia). Kunjungan ini bertujuan mengkaji kemudahan berbisnis di Makedonia, yang berdasarkan survey IFC/World Bank tahun 2012, telah naik peringkatnya dari urutan 31 pada tahun 2011 menjadi urutan ke-21 pada tahun 2012.
  • Pada tanggal 13-17 November 2012, Menlu Makedonia, Nikola Poposki telah berkunjung ke Indonesia dan melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu RI pada tanggal 13 November 2012. Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri telah membahas upaya peningkatan kerjasama bilateral di bidang politik, ekonomi, dan pendidikan.
  • Sebagai salah satu tindak lanjut dari kunjungan Menlu Makedonia tersebut, Menlu Makedonia telah mengundang Menlu RI untuk mengadakan kunjungan balasan ke Makedonia. Namun kunjungan tersebut belum terlaksana karena ketidaksesuaian jadwal.
  • Untuk meningkatkan kerja sama antar parlemen, delegasi GKSB DPR-RI telah berkunjung ke Skopje, Makedonia pada 14-17 Januari 2013. Selanjutnya parlemen Makedonia melalui Nota Diplomatik tanggal 22 Juli 2014 menyampaikan terbentuknya Parliamentary Group for Cooperation with the Republic of Indonesia yang terdiri dari 5 anggota Parlemen.
Data Perdagangan dengan RI:

2016

Nilai perdagangan: US$ 2,039 juta

Ekspor: US$ 303,7 ribu

Impor: US$ 1,40 juta

Neraca Perdagangan: Defisit US$ -1,093 juta (Migas 0 dan non-migas defisit US$ -1,093 juta)

2015

Nilai Perdagangan: US$ 3,38 juta

Ekspor: US$ 708,7 ribu

Impor: US$ 4,67 juta

Neraca Perdagangan: Defisit US$ -3,8 juta (Migas 0 dan non-migas defisit -3,8 juta)

2014

Nilai Perdagangan: US$ 11,5  juta

Ekspor: US$ 2,35 juta

Impor: US$ 9,1 juta

Neraca Perdagangan: Defisit US$ 6,8 juta (Migas 0 non-migas defisit 6,8 juta)

2013

Nilai Perdagangan: US$ 727,6 ribu

Ekspor: US$ 497 ribu

Impor: US$ 230,6 ribu

Neraca Perdagangan: Surplus US$ 266,4 ribu (Migas 0 non migas surplus US$ 266,4 ribu

2012

Nilai Pedagangan: US$ 14 juta

Ekspor: US$ 13,38  juta

Impor: US$ 589,9  ribu

Neraca Perdagangan: Surplus US$ 12,8 juta (migas 0 non-migas surplus US$12,8 juta)

 

Ekspor utama dengan RI:Tembakau, alat pengukur instrumen
Impor utama dengan RI:Bahan makanan seperti minyak sayur dan margarin, bubuk cokelat, minyak kellapa sawit, wig dan bulu mata palsu, alat pendingin seperti kulkas dan freezer, serta alat pemanas.
Investasi langsung:n/a
Arus Wisatawan ke RI:

2016: 463 orang

2015: n/a

2014:  402 orang

2013: 333 orang

2012: 166 orang

Arus Wisatawan dari RI:n/a
Jumlah Pelajar dari RI:2016: ada dua orang mahasiswa yang mendapat beasiswa dari pemerintah Makedonia, namun tidak dapat berangkat karena masalah visa
Jumlah WNI dari RI:n/a
Total Perdagangan dari Indonesia:US$ 2.03 juta (Kemdag, 2016)
Total Investasi ke Indonesia:n/a
Total Perjanjian dengan RI:n/a