Pelayanan Media

​​Visa Kunjungan Jurnalistik adalah visa yang diberikan kepada wartawan/jurnalis asing yang akan melakukan liputan jurnalistik atau pembuatan film/dokumenter di Indonesia.

Untuk mengajukan permohonan visa kunjungan jurnalistik, dimohon untuk mengumpulkan dokumen di bawah ini:

  1. Surat permohonan yang ditujukan kepada Kepala Perwakilan (Duta Besar Republik Indonesia) dengan menggunakan surat resmi dan mencantumkan tujuan kunjungan jurnalistik, tempat yang akan dikunjungi, dan tanggal peliputan
  2. Profil perusahaan secara singkat
  3. Daftar nama, nomor paspor, dan posisi kru yang akan meliput
  4. Fotokopi paspor seluruh kru (masih berlaku setidaknya 6 bulan)
  5. Pas foto terbaru seluruh kru x 2 (dengan menggunakan latar belakang berwarna putih)
  6. Jadwal acara keberadaan di Indonesia
  7. Sinopsis atau latar belakang tentang cerita/dokumenter
  8. Daftar barang bawaan (NB: Apabila pemohon ingin membawa drone, dimohon untuk mendapatkan izin membawa drone terlebih dahulu dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia)
  9. Nama, alamat, email, dan nomor kontak ​​pihak fixer di Indonesia (harus merupakan WNI)
  10. Surat pernyataan yang ditandatangani seluruh kru
  11. Contoh liputan mengenai Indonesia yang pernah dilakukan sebelumnya
  12. Daftar nama yang ingin diwawancarai dengan surat/email permohonan wawancara dan/atau persetujuan wawancara

Prosedur permohonan visa kunjungan jurnalistik di KBRI Singapura:

  1. Wartawan/media asing ("Pemohon") harus mengajukan formulir beserta dokumen lainnya LANGSUNG ke kantor Pensosbud KBRI Singapura.
  2. APABILA KESELURUHAN DOKUMEN TELAH LENGKAP, pemohon diwajibkan untuk membayarkan biaya teleks di kantor Imigrasi KBRI Singapura.
  3. KBRI Singapura akan membuat surat berita yang akan dikirimkan bersama dokumen lainnya untuk selanjutnya dibahas oleh pihak Clearence House di Jakarta.
  4. Pihak Clearence House adalah pihak yang memegang OTORITAS PENUH untuk menyetujui/menolak permohonan visa kunjungan jurnalistik tersebut.
  5. Persetujuan permohonan visa kunjungan jurnalistik dapat memakan waktu hingga EMPAT MINGGU DARI PENGUMPULAN DOKUMEN LENGKAP pada kantor Pensosbud KBRI Singapura, tergantung dari jumlah permohonan visa yang diajukan pada saat yang bersamaan. Persetujuan permohonan visa kunjungan jurnalistik akan diberikan atas kebijaksanaan pihak Clearence House.
  6. Ketika permohonan visa kunjungan jurnalistik tersebut disetujui, kantor Imigrasi di Jakarta akan mengeluarkan teleks yang akan dikirimkan kepada pihak fixer dan/atau pemohon.
  7. Dengan teleks tersebut, pemohon dapat datang ke kantor Pensosbud KBRI Singapura dengan membawa dokumen asli, paspor asli, fotokopi paspor, serta dua buah pas foto (dengan latar belakang berwarna putih) untuk memproses visa kunjungan jurnalistik tersebut di kantor Imigrasi KBRI Singapura. TANPA NOMOR YANG TERTERA DI TELEKS, KBRI SINGAPURA TIDAK MEMPUNYAI WEWENANG UNTUK MENGELUARKAN VISA KUNJUNGAN JURNALISTIK.
  8. Visa kunjungan jurnalistik harus diambil paling lambat DUA BULAN dari tanggal dikeluarkannya visa kunjungan jurnalistik tersebut.
  9. KBRI Singapura akan mengeluarkan surat keterangan yang menyatakan bahwa visa kunjungan jurnalistik pemohon telah disetujui.
  10. Paspor asli, telex, dan formulir permohonan (dengan foto) akan dikumpulkan ke kantor Imigrasi KBRI Singapura.
  11. Pemohon harus membayar biaya visa kunjungan jurnalistik di kasir yang terletak di kantor Imigrasi KBRI Singapura.
  12. Setelah melakukan pembayaran, staf di kantor Imigrasi akan memberikan informasi kapan paspor tersebut dapat diambil kembali.

Klik di sini untuk mengunduh daftar dokumen untuk visa kunjungan jurnalistik.

Klik di sini untuk mengunduh formulir visa kunjungan jurnalistik.

Klik di sini untuk mengunduh surat pernyataan bagi aplikasi liputan (berita, foto, kamera, koresponden asing)

Klik di sini untuk mengunduh surat pernyataan bagi aplikasi pembuatan film (syuting, dokumenter, reality show, komersial)

Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut, Anda dapat mengirimkan email ke pensosbud@indonesianembassy.sg​