Pelayanan Publik KBRI Singapura Selama Libur Hari Raya Idul Fitri

SINGAPURA, 3 Juli 2017. Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura menghadirkan suasana lebaran Indonesia dengan menggelar acara salat Idul Fitri dan Open House di KBRI Singapura. Dalam acara yang dihadiri kurang lebih 3000 masyarakat Indonesia di Singapura tersebut, masyarakat Indonesia dapat merasakan suasana kekeluargaan dengan bersantap hidangan khas Indonesia dan berinteraksi langsung dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya, beserta seluruh keluarga besar KBRI Singapura.

 

"Meskipun KBRI Singapura menetapkan cuti bersama  Hari raya idul fitri, namun pelayanan publik kepada WNI di Singapura tetap berjalan khusus untuk kasus-kasus emergency" seperti disampaikan Dubes Ngurah Swajaya.

 

Sepanjang libur Hari Raya idul Fitri tercatat sebanyak 27 pesan via SMS, 17 pesan via Whatsapp, serta 136 telepon atau rata-rata 17 telepon per hari, masuk ke hotline KBRI Singapura. Mayoritas pesan dan telepon yang masuk ke hotline tersebut berkaitan dengan Domestic Worker asal Indonesia yang mengalami masalah atau serta konsultasi mengenai ketenagakerjaan di Singapura dan pembuatan Kartu Pekerja Indonesia Singapura (KPIS) sebelum mereka pulang cuti ke tanah air untuk berkumpul dengan keluarga tercinta. Selain pelayanan emergensi, KBRI Singapura juga menerima sebanyak 33 orang Penata Laksana Rumah Tangga (PLTR) atau Tenaga Kerja Indonesia di Singapura yang mengalami masalah.

 

Sebagai antisipasi peningkatan kunjungan WNI, selama cuti bersama Idul Fitri, KBRI Singapura telah menerbitkan menerima laporan kehilangan passpor dan pembuatan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebanyak 13 buah dan penerbitan paspor baru sebanyak 4 buah. Pelayanan ini diberikan kepada WNI selama 24 jam, sehingga memungkinkan bagi WNI untuk kembali ke tanah air sesuai rencana mereka.

 

Pelayanan diberikan staff KBRI Singapura yg bersifat emergency seperti pembuatan SPLP pada malam hari karena mengejat jadual kepulangan pada pagi hari berikutnya.

 

 

 

10 Maret 2017

Sumber: Pensosbud