Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution Mendengarkan Minat Investasi ke Indonesia yang Masih Tinggi

​​

Pernyataan ini disampaikan beberapa CEO perusahaan terkemuka Singapura dan internasional dalam acara Dialog yang bertajuk RISING Business Forum bertempat di kantor Singapore Business Federation (SBF) pada 7 September 2018. Kegiatan yang diselenggarakan KBRI Singapura bekerja sama dengan KADIN Komite Singapura dan SBF menghadirkan 30 CEO perusahaan terkemuka yang telah berinvestasi dan dalam proses mengembangkan investasinya ke Indonesia. Kegiatan ini dilakukan setelah Pertemuan Bilateral Tingkat Menteri untuk Kerja Sama Ekonomi antara Indonesia dan Singapura yang dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, Chan Chun Sing.

 

Sebagai upaya untuk meyakinkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia, Menko Perekonomian RI Darmin Nasution menjelaskan situasi terkini perekonomian Indonesia, termasuk situasi perkembangan nilai tukar mata uang. Menko Darmin menjelaskan bahwa seperti mata uang negara lainnya, mata uang Rupiah juga mengalami depresiasi terhadap mata uang dollar Amerika Serikat. Meskipun demikian, dipastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih sangat baik dan pemerintah juga telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi defisit neraca berjalan.

 

Menko Darmin menjelaskan bahwa Indonesia telah berhasil memelihara momentum pertumbuhan ekonomi, menekan inflasi, meningkatkan investasi, dan terus memperbaiki ease of doing business, meningkatkan daya saing Indonesia, termasuk mempermudah perizinan melalui On-Line Single Submission. Meskipun keadaan perekonomian global sedang mengalami ketidak-pastian, namun Indonesia justru mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan Human Development Index (HDI), menurunkan angka kemiskinan dan lain-lain.

 

Untuk meningkatkan investasi asing, skema Tax Holiday yang lebih mudah difasilitasi melalui OSS juga diberikan kepada industri perintis di Indonesia. Pengembangan Special Economic Zones juga sebaga upaya untuk menarik investasi ke Indonesia.

 

Menko Perekonomian mengakui bahwa berbagai ketidakpastian di dunia seperti ancaman perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat dan kenaikan harga minyak memberikan tantangan untuk meningkatkan stabilitas perekonomian dunia serta memberikan dampak bagi perekonomian negara seperti Indonesia.

 

Pemerintah Indonesia juga terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pendidikan vokasi yang akan diprioritaskan mulai tahun 2019.

 

Pada kesempatan tersebut, Menko Darmin juga telah membahas status proyek strategis nasional dan penundaan yang dilakukan untuk mengurangi tekanan terhadap mata uang Rupiah.

 

Pembahasan Menko Darmin dengan beberapa investor terkemuka yang terpilih menghasilkan kesepakatan bahwa berbagai langkah kebijakan Pemerintah Indonesia disambut baik oleh para investor besar yang berjangka panjang. Mereka telah menyampaikan bahwa apa yang telah dilakukan oleh jajaran Pemerintah Indonesia, baik dari segi perekonomian fiskal maupun moneter telah memperkuat komitmen mereka untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.

 

 

 

KBRI Singapura, 8 September 2018​