PELAKU USAHA SINGAPURA SIAP UNTUK BERINVESTASI DI KARIMUN

SINGAPURA, 28 April 2017. Sekitar 70 investor Singapura memadati ballroom hotel Pan Pacific, Singapura untuk menghadiri acara “Karimun Business and Investment Forum”, kegiatan yang diselenggarakan oleh KBRI Singapura bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Karimun, BP Karimun, juga mendapat dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dalam sambutannya Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya kembali meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia, khususnya di Karimun. “Untuk triwulan pertama tahun 2017, Singapura kembali menjadi investor terbesar Indonesia dengan nilai investasi sebesar USD 2.1 miliar, atau naik sekitar 31 persen dibanding tahun lalu” jelasnya. Khusus untuk pengembangan kawasan Kepulauan Riau, yaitu Batam, Bintan dan Karimun, Pemerintah RI dan Singapura memiliki kerangka kerjasama Working Group Batam, Bintan dan Karimun (BBK).

Selain itu, Dubes Ngurah juga menekankan atas besarnya potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Karimun khususnya untuk investasi di bidang industri Shipyard, industri pendukung perminyakan dan gas, termasuk platform pendukung pengeboran minyak. “Hal ini menjadi sangat penting, karena Indonesia segera melakukan eksplorasi (migas) di Blok Masela dan mendukung Proyek Tangguh,  selain itu sektor pariwisata dan pertanian dengan adanya lahan yang telah disiapkan Pemkab Karimun juga dapat dimanfaatkan untuk memasok pasar Singapura” lanjutnya.

Hadir sebagai narasumber mewakili Bupati Karimun yang berhalangan hadir, Sekretaris Kabupaten Karimun Muhammad Firmansyah, dan Kepala BP Karimun Cendra Nawazir, yang menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Karimun dan BP Karimun selalu bersinerji dan bekerja besama untuk meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja dan peluang bisnis Karimun.

Untuk lebih meyakinkan investor Karimun Business and Investment Forum juga menampilkan testimoni dari perusahaan-perusahaan yang telah beroperasi di Karimun, antara lain PT. OilTanking dan PT. Karimun Sembawang Shipyards. Testimoni kedua perusahaan ini dapat memberikan perspektif pelaku usaha.

Kegiatan ditutup oleh sesi tanya jawab interaktif, dengan moderator Ketua KADIN Komite Singapura, Dr. Michael Goutama. Sebagian besar peserta beranggapan Karimun memiliki potensi ekonomi yang tinggi, khususnya karena letak geografisnya antara Singapura dan Johor Bahru, Malaysia. Sebanyak 45 persen responden tertarik untuk berinvestasi di bidang wisata, sementara 35 persen di bidang migas.
 
Dubes RI Ngurah Swajaya menutup acara dengan meminta seluruh stakeholders yang ingin berinvestasi di Indonesia mendapatkan seluruh informasi dari pihak resmi pemerintah Indonesia baik melalui IIPC maupun KBRI. 


Sumber : PENSOSBUD/EKONOMI

KBRI Singapura​