Indonesia Day 2015 Harmony in Diversity

​KJRI San Francisco bekerjsama dengan Komunitas Indonesia di California Utara telah menyelenggarakan festival budaya "Indonesia Day" yang ke-17 pada hari Sabtu, 29 Agustus 2015, di Union Square, San Francisco, AS.

"Harmony in Diversity" adalah tema Indonesia Day 2015, sebuah tema yang mempresentasikan wajah Indonesia yang bhinneka, beragama, namun memiliki satu hati, satu visi dan misi. “Tema ini diambil dengan tujuan untuk mengokohkan masyarakat Indonesia dan menghadirkan keharmonisan masyarakat Indonesia yang dikenal majemuk ke tengah-tengah masyarakat di kota San Francisco ,”  demikian Konsul Jenderal RI di San Francisco, Ardi Hermawan, dalam sambutan yang disampaikan  di hadapan sekitar 300 tamu kehormatan dan masyarakat setempat .
 
Walikota San Francisco, Ed Lee, menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada komunitas Indonesia yang bertahun-tahun telah mempresentasikan salah satu nilai yang menjadi kebanggan kota San Francisco yaitu keragaman  dan inklusivitas budaya melalui pagelaran Indonesai Day.
 
Nyaris tidak ada jeda,ribuan masyarakat San Francisco dihibur sepanjang hari oleh penampilan musik dan tarian tradisional Indonesia, seperti Gamelan Jegog, Tari Rantak, Tari Baris, Tari Cendrawasih, Gamelan Jawa, Jaipong, Tari Topeng, dan masih banyak lagi yang kemudian ditutup dengan penampilan bintang tamu mudaasal Indonesia, Angel Pieters dan Vidi Aldiano.
 
Sepanjang acara yang dihadiri lebih dari 15 ribu pengunjung, Union Square terlihat begitu padat dan meriah dengan berbagai ornamen bertemakan Indonesia. Kali ini Indonesia Day menghadirkan 20 booth yang menampilkan promosi seni, budaya, literatur, kerajinan tangan, busana, termasuk information desks tentang bagaimana  ber-investasi di Indonesia, tempat-tempat pariwisata nasional unggulan, dan pelayanan lapor diri bagi masyarakat Indonesia.
 
"Saya sudah tinggal di kota ini selama 14 tahun, dan Indonesia Day adalah salah satu event favorit saya karena begitu kaya dengan penampilan tradisional dari negara anda. Tidak heran banyak pengunjung ke tempat ini," kata salah satu pengunjung Mark Hughes (48 tahun).