Aleta Baun, Penerima Penghargaan The 24th Annual Goldman Environmental Prize

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Tahun 2013 ini, Indonesia kembali mendapatkan penghargaan lingkungan hidup bergengsi dalam acara tahunan The 24th Annual Goldman Environmental Prize, yang berlangsung pada tanggal 15 April di San Francisco Opera House. Kali ini, penghargaan diberikan kepada Aleta Baun atas upayanya yang tak kenal lelah untuk berjuang melestarikan lingkungan tanah adat masayarakat Malo dari perusakan yang dilakukan para penambang batu marmer.

 

Berdiri di atas podium, Aleta Baun yang dikenal dengan panggilan Mama Aleta, menceritakan keadaan lingkungan sekitar Gunung Mutis merupakan daerah yang kaya akan keanekaragaman hayati. Selain itu, daerah Mutis juga memiliki sumber mata air yang mengalir ke sungai-sungai yang menjadi sumber air minum dan irigasi bagi masyarakat. Hutan di Gunung Mutis merupakan asal bahan baku untuk keperluan pembuatan kain tenun. Kain tenun merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat setempat. Namun, penambangan batu marmer yang tidak terkendali menyebabkan tanah adat masyarakat Malo tersebut mengalami kerusakan lingkungan.

 

Menyadari pentingnya daerah Mutis bagi kehidupan masyarakat, Mama Aleta mengajak masyarakat setempat untuk menghargai lingkungan. Upaya Mama Aleta ini mendapat respon positif dan mencapai titik kulminasi dengan aksi protes damai dengan duduk menenun di atas bebatuan marmer di daerah penambangan selama setahun. Aksi ini diikuti sekitar 150 perempuan.

 

Kini Mama Aleta bersama komunitas masyarakat setempat melakukan pemetaan hutan-hutan yang termasuk tanah adat masyarakat Molo. Pemetaan tersebut bertujuan untuk mempertahankan hak-hak adat  dan untuk melindungi hutan dari ancaman pengrusakan lingkungan di masa mendatang.

 

Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Ms. Susan R. Gelman, putri keluarga Goldman, dipersembahkan Mama Aleta untuk masyarakat Molo. Hadiah uang sebesar $150.000 yang diterimanya akan dipakai untuk menambah kesejahteraan masyarakat Molo melalui upaya pengembangan sustainable farming dan usaha menenun.

 

Konsul Jenderal San Francisco Asianto Sinambela, yang hadir untuk memenuhi undangan dari pihak The Goldman Environmental Prize, mendapat kesempatan berbincang dengan Mama Aleta  sebelum acara dimulai. Juga dengan penerima penghargaan lainnya, yaitu: Azzam Alwash (Irak), Nohra Padilla (Kolombia), Jonathan Deal (Afrika Selatan), Rossano Ercolini (Itali) dan Kimberly Wasserman (Chicago, USA). Dalam kesempatan yang sangat terbatas, Mama Aleta menyampaikan kebanggaan dan kegembiraannya bisa tampil di acara bergengsi ini untuk menyebarkan keyakinannya yaitu "The soil is our flesh, trees are our hair, water is our blood, and stones are our bones. Nature is like the human body". (sumber : KJRI San Francisco)