Film Indonesia Mempesona Masyarakat Italia di kota Florence

Festival Film Indonesia ke-5 diselenggarakan pada tanggal 26 - 28 Oktober 2018 di kota Florence, Italia. Bertempat di Cinema La Compagna yang terletak di pusat kota budaya Italia, festival ini menyuguhkan berbagai film terbaru termasuk film pendek dan animasi yang dibantu terjemahan bahasa Italia melalui sub-title.

Asosiasi Indonesia Meets Italy (IMI) yang dipimpin oleh Jacopo Capuccio dan istrinya, Malina Andriyani adalah penyelenggara dari Festival yang khusus didedikasikan untuk mempromosikan budaya dan kehidupan di Indonesia melalui film. "Dalam Festival kali ini, selain menampilkan film karya para sineas baru, ada pula film pendek dan animasi yang sangat menarik," ujar Jacopo Capuccio, pecinta Indonesia yang berprofesi sebagai advokat.

Sejumlah film yang pernah tampil dalam berbagai festival internasional seperti: Da'wah, Night Bus dan Marlina Sang Pembunuh Empat Babak ramai diminati. Demikian pula dengan film Critical Eleven, dan Terbang Menembus Langit serta film animasi Battle of Surabaya dan Night Kris, serta film pendek seperti: Asmaranda, Sepotong Halo, Gayatri, Layu, Hari Spesial, Jendela, dan Living in Rob. Film dokumenter Banda the Dark Forgotten Trail dan Negeri Dongeng juga sukses memukau para penonton.

Saat acara pembukaan hari Jumat, 26 Oktober malam hari, Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani menyampaikan apresiasi atas upaya luar biasa dari IMI yang secara konsisten menyelenggarakan festival film ini. "Festival film Indonesia di Florence diharapkan dapat semakin mendekatkan masyarakat kedua negara dan kemudian meningkatkan jumlah wisatawan Italia ke Indonesia maupun kegiatan bisnis antarkedua negara," demikian Dubes Esti.

Untuk memeriahkan Festival, Tim Kesenian dari Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat yang dipimpin oleh Wakil Bupati, Atos Pratama dan Kadispora, Riki Riswandi menampilkan serangkaian pertunjukan tarian dan musik tradisional. Tari piring yang ditampilkan saat pembukaan berhasil mempesona para penonton. Selain itu, ada pula suguhan pencak silat yang oleh para pesilat dari Italia.

Festival Film Indonesia kali ini telah mendapatkan sambutan yang hangat dari masyarakat Italia maupun warga Indonesia yang rindu tanah air. Selain itu, media televisi setempat juga semakin tertarik untuk mengembangkan kerja sama dalam mempromosikan film Indonesia.