Titipkan Gaji Hasil Kerja 14 Tahun, WNI Ini Kembali Ke KBRI Setelah 6 Tahun Tanpa Kabar

Ilus Bt Kadma (61 tahun), ekspatriat Indonesia asal Majalengka, Jawa Barat yang telah merantau selama hampir 20 tahun akhirnya akan segera dapat berkumpul kembali dengan keluarganya setelah KBRI Riyadh mengurus segala prosedur di instansi terkait Arab Saudi.

Kisah bermula pada 21 Juli 2012 ketika Ilus Bt Kadma (selanjutnya Ilus) diantar majikan datang ke KBRI untuk memperbarui paspor yang akan segera habis masa berlakunya. Sebagai salah satu syarat pembaruan paspor, KBRI menanyakan apakah semuanya berjalan dengan baik, terutama perlakuan majikan dan gaji?

“Majikan memperlakukan saya dengan sangat baik, tapi majikan menyarankan agar saya tidak perlu mengirim gaji ke tanah air karena khawatir disalahgunakan," kata Ilus dengan polos.

KBRI tidak serta merta mempercayainya dan meminta kepada majikan agar segera melunasi gaji Ilus terlebih dahulu sebelum diterbitkannya paspor baru.

Pada 25 Juli 2012, Ilus bersama majikannya datang lagi ke KBRI dengan membawa seluruh gaji Ilus selama 14 tahun. Untuk memperkuat pelayanan dan perlindungan kepada Ilus, KBRI menawarkan agar sementara tinggal di RUHAMA (Rumah Harapan Mandiri - Griya Singgah KBRI Riyadh) sambil  menunggu proses pembuatan paspor dan menawari pulang ke Indonesia mengingat sejak 1998 Ilus belum pernah cuti sama sekali.

Karena meyakini majikannya sangat baik, Ilus dengan halus menolak tawaran KBRI tersebut.

“Majikan saya sangat baik Pak", kata Ilus lagi.

Sebagai gantinya, Ilus menitipkan seluruh gajinya selama bekerja 14 tahun di RUHAMA dengan membawa tanda terima berupa permohonan paspor dan kwitansi penitipan uang. Ilus pun meninggalkan KBRI dan menyatakan akan segera mengambil paspor dan gajinya tersebut.

Atas dasar permintan Ilus, KBRI pun memproses paspornya dan menerima amanah titipan uangnya serta meminta Ilus untuk datang kembali setelah paspornya jadi. Pencatatan titipan uang di KBRI Riyadh sangat rapi karena setiap titipan uang akan segera dimasukkan ke rekening bank atas nama KBRI demi alasan keamanan.

Beberapa hari kemudian, paspor sudah jadi namun Ilus tidak mengambilnya.

KBRI kemudian berusaha menghubungi Ilus dan majikan, namun nihil. KBRI pun secara terus menerus mencari keberadaan Ilus tanpa mengenal lelah.

Pada medio Maret 2018 tiba-tiba seorang ekspatriat Indonesia datang ke KBRI yang jalannya dengan dibantu tongkat bermaksud untuk mengambil paspor. Ekspatriat Indonesia tersebut berbekal tanda terima berupa permohonan paspor dan kwitansi penitipan uang tertanggal Juli 2012.

“Apa paspor saya sudah jadi Pak?", katanya dengan lugu. Petugas terkejut ketika melihat tanda terima tertanggal Juli 2012. Setelah dicermati ternyata ekspatriat Indonesia tersebut adalah Ilus Bt Kadma.

Atas arahan Duta Besar RI, Agus Maftuh Abegebriel dimana dalam menghadapi setiap permasalahan ekspatriat Indonesia harus selalu mengedepankan jiwa perlindungan dan pelayanan, petugas KBRI pun secara perlahan menjelaskan bahwa sebenarnya paspor Ilus telah dicetak ketika mengajukan 6 tahun lalu (tahun 2012). Hanya saja masa berlakunya telah habis. Ilus kemudian dibantu petugas KBRI membuat permohonan dokumen keimigrasian baru untuk mempermudah rencana kepulangannya ke tanah air.

Adapun mengenai titipan uang gajinya, petugas menjelaskan bahwa uang tersebut tersimpan secara aman di bank.

“Terimakasih banyak Pak. Saya sama sekali tidak mengerti masalah bank," kata Ilus lugu.

Oleh KBRI Ilus disarankan untuk menghubungi anaknya dan meminta bantuan untuk membuka rekening bank agar KBRI dapat mengirim uang titipannya tersebut.

Ilus kemudian dibawa ke RUHAMA sambil menunggu kepulangan ke Indonesia.

Ilus12.jpeg

Dalam pertemuan di RUHAMA, Ilus mengaku bahwa dirinya telah bekerja di Arab Saudi sejak tahun 1998. Di awal perantauannya, Ilus sempat berkomunikasi dengan keluarganya di Majalengka, Jawa Barat dengan surat-menyurat. Dalam satu surat yang diterimanya, Ilus mengetahui bahwa Iin, anak pertamanya, menikah setelah lulus SMP. Ketika ditinggal merantau ke Arab Saudi, Iin berusia 14 tahun dan duduk di kelas 1 SMP.

Sayangnya, korespondensi via surat kemudian terputus sejak tahun 2001. Diakuinya, selama bekerja pada periode 1998-2018, majikannya telah berpindah rumah sebanyak 10 kali. Ilus pun secara terus-mene​rus mengikuti di mana pun majikan tinggal. Bisa jadi, kepindahan alamat majikan menyebabkan keterputusan surat-menyurat antara Ilus dan keluarganya.

Saat ditanya apakah selama hampir 20 tahun bekerja tidak merindukan keluarganya?

“Saya pernah beberapa kali meminta majikan agar mengatur kepulangan saya. Namun majikan ketika itu mengiyakan, tapi meminta saya bersabar dan terus menunda-nunda proses kepulangan saya," kata Ilus.

Meski demikian, Ilus selalu menegaskan bahwa majikannya sangat baik. Karenanya, Ilus tak merasa perlu untuk mendesak-desak majikan agar memulangkannya dan bertemu kangen dengan keluarga. Hal itu terus terjadi hingga Maret 2018 saat KBRI menerima kembali permohonan pembaruan paspor Ilus.

Ilus bahkan sempat mengaku bahwa pada saat tertentu, ia sama sekali lupa akan tujuannya merantau, yaitu agar dapat membiayai keluarganya, terutama kedua anaknya. Pernikahan anaknya yang kedua, Eni, pun sama sekali tak diketahuinya. Ia baru mengetahui hal itu setelah KBRI menghubungkannya dengan keluarganya, Maret 2018. Kini Ilus baru tahu bahwa dirinya telah memiliki 5 orang cucu, 4 dari Iin dan 1 dari Eni, yang ketika ditinggalkannya masih berusia 9 tahun.

Drama mengenai Ilus tak hanya melulu mengenai paspor dan titipan uang. Ketika KBRI mengecek datanya ke instansi berwenang di Arab Saudi, nama Ilus Bt Kadma tidak ditemukan. Padahal, nama itulah yang tertera di paspor sebelumnya, juga KTP yang selalu disimpan Ilus selama lebih dari 20 tahun.

Setelah KBRI membawa Ilus ke Kantor Imigrasi Riyadh, diketahui bahwa namanya tercantum dalam data kependudukan Arab Saudi adalah Aleadas Kamar. Bisa jadi, ketika masuk ke Arab Saudi pada 1998, petugas imigrasi yang mencatat namanya salah ketik.

Untuk  mempermudah proses kepulangan ke tanah air dari Arab Saudi, mau tidak mau KBRI pun membuatkan dokumen perjalanan baru Ilus sesuai dengan nama yang tercatat instansi berwenang Arab Saudi.

[KBRI Riyadh]