Membatik di Maroko

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

KBRI Rabat telah menyelenggarakan workshop ?Demontration and Training of Indonesian Traditional Batik? pada tanggal 23 Maret 2010. Kegiatan yang dipandu oleh Batik House Indonesia (BHI) ini dilaksanakan di ruang seba guna KBRI Rabat dan dihadiri oleh Asia Diplomatic Spouse Meeting Rabat, American International Women Association Rabat, dan beberapa asosiasi kesenian Maroko seperti Asosiasi Ribat al Fath, Lembaga Pusat Belajar Lintas Budaya Rabat, Yayasan Aliansi Perancis-Maroko serta masyarakat Indonesia lainnya di Maroko.

 

Kegiatan ditujukan untuk memperkenalkan “Batik” yang merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang diakui UNESCO kepada khalayak masyarakat asing di Maroko. Para peserta sangat antusias mengikuti workshop, terutama pada saat diberi kesempatan untuk mencoba membuat batik sendiri diatas kayu dan kain yang dibimbing langsung oleh instruktur dari BHI.

 

Duta Besar RI untuk Kerajaan Maroko, Bpk. Tosari Widjaja dalam sambutannya menyampaikan bahwa selain wayang dan keris, batik juga telah diakui UNESCO sebagai salah satu kekayaan warisan budaya dunia yang harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat asing di Maroko dapat lebih memahami dan mengetahui keanekaragaman budaya Indonesia.

 

Workshop ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan KBRI Rabat dalam rangka memperingati 50 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia Maroko yang jatuh pada tanggal 19 April 2010.

 

Selain memperagakan cara pembuatan batik, dalam menyambut para tamu undangan, Persatuan Pelajar Indonesia Maroko juga ikut memeriahkan kegiatan ini dengan memainkan alat musik gamelan. Selain itu, juga disediakan makanan ringan khas Indonesia seperti onde-onde, bakwan goreng dan risoles.

 

Rabat, 23 Maret 2010