Masyarakat Islam di Korea Utara Rayakan Idul Adha 1439 H

​Pyongyang - Kedutaan besar negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yaitu Indonesia, Iran, Nigeria, Pakistan, Palestina, dan Suriah, serta masyarakat Islam di Korea Utara menggelar perayaan Idul Adha 1439 H bertempat di Taedonggang Diplomatic Club, Pyongyang, pada 22 Agustus 2018.

Sebagai tamu kehormatan pada acara tersebut adalah Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Choe Hui Chol.

Selaku koordinator para dubes/kepala perwakilan diplomatik negara anggota OKI, Duta Besar RI untuk Korea Utara, Bambang Hiendrasto dalam sambutan pembuka antara lain menyampaikan mengenai makna Idul Adha dan maksud penyelenggaraan perayaan ini yang dilatarbelakangi semangat Idul Adha yaitu selain untuk meningkatkan ketaqwaan sebagai muslim juga untuk mengingatkan mengenai pentingnya keluarga, teman dan masyarakat.

Pada bagian lain dari sambutannya, Dubes Bambang menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan cerminan dari kesatuan umat.

Dubes Bambang menambahkan bahwa ihram yang dipakai oleh para jamaah mencerminkan bahwa mereka menanggalkan status keduniaan, sehingga semua setara di hadapan Allah kecuali tingkat ketaqwaan yang menjadi pembeda.

Wakil Menteri Luar Negeri Choe Hui Chol dalam sambutannya antara lain menyampaikan ucapan selamat atas perayaan hari besar Islam ini  kepada para duta besar/kuasa usaha sementara kedubes negara OKI dan seluruh staf.

Selain itu, Wamenlu Choe juga mengucapkan terima kasih kepada Dubes RI dan para dubes/kepala perwakilan negara OKI atas undangan perayaan ini dan mengharapkan agar kerja sama antara Korea Utara dan negara-negara OKI yang telah terbina lama dapat ditingkatkan.

Acara dilanjutkan dengan ramah tamah sambil menikmati aneka hidangan makanan khas Timur Tengah,  Indonesia, Iran,  Nigeria, dan Pakistan yang disiapkan oleh masing-masing kedutaan besar.

Sekretaris III pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Pyongyang, Hanna Andari  menginformasikan, pada acara perayaan tersebut KBRI menyajikan sate ayam, mi goreng seafood, martabak telor, krupuk udang, dan es buah/sirop.

Semua makanan/minuman khas negara-negara OKI yang dihidangkan pada acara ini sangat disukai hadirin. Bahkan beberapa menu makanan yang disajikan habis dalam waktu singkat, termasuk sate ayam dan martabak telur.

Kerupuk udang Sidoarjo yang pernah diperkenalkan oleh KBRI Pyongyang pada pameran dagang internasional di Pyongyang tahun 2016 juga sangat disukai hadirin.

Begitu pula, menurut Hanna, es serut buah melon dengan sirop khas Indonesia yang baru pertama kali ini disuguhkan kepada warga setempat dan para ekspatriat menjadi salah satu minuman favorit pada malam hari itu.

Selain Wamenlu dan para pejabat Kemenlu Korea Utara lainnya, hadir pula pada acara yang baru pertama kali diselenggarakan di Korea Utara ini antara lain para duta besar dan kuasa usaha sementara kedutaan besar negara-negara ASEAN, Uni Eropa, Rusia, Tiongkok, dan Brasil serta kepala kantor perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi regional di Pyongyang.

Salat Idul Adha 1439 H

Meskipun negara-negara anggota OKI berbeda dalam menetapkan tanggal 10 Zulhijah, yaitu 21 Agustus dan 22 Agustus 2018, namun mengingat tahun lalu kedubes mereka di Pyongyang telah bersepakat untuk mengikuti keputusan pemerintah Indonesia dalam menetapkan tanggal 1 Syawal dan 10 Zulhijah, maka Salat Idul Adha 1439 H di Masjid Rahman, kompleks Kedutaan Besar Iran, dilaksanakan pada 22 Agustus 2018.

Bertindak sebagai Imam pada salat tersebut adalah Sdr.Isman Laksmana, staf KBRI Pyongyang, dan khatib adalah seorang warga Mesir yang bekerja pada perusahaan patungan telekomunikasi di Pyongyang.

Usai salat, masyarakat Indonesia bersilaturahmi sambil menikmati makanan dan kue khas Indonesia di Wisma Duta.

Berbagi dengan sesama

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pada Idul Adha 1439 H ini masyarakat Indonesia di Pyongyang telah berkurban dengan memotong 13 ekor kambing di Taedonggang Diplomatic Club pada 23 Agustus 2018.

Pada hari yang sama, daging hewan kurban tersebut diserahkan ke Central Committee of the Korean Federation for the Protection of the Disabled oleh Dubes Bambang bersama para staf KBRI Pyongyang. Lembaga ini merupakan rumah bagi penyandang difabel yang memiliki talenta dan minat di bidang seni.

Dalam kesempatan tersebut, para penyandang difabel menunjukkan kebolehan mereka dalam menari dan bermain musik serta bernyanyi.

Dubes Bambang menyampaikan bahwa daging hewan kurban yang diserahkan adalah dalam rangka perayaan Idul Adha. Di samping itu, Dubes Bambang juga memberikan makanan ringan dan kopi Indonesia sebagai tanda persahabatan kedua bangsa.