Watapri ASEAN: CSO penting menuju komunitas ASEAN yang berorientasi masyarakat

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Wakil Tetap RI untuk ASEAN, Duta Besar Ngurah Swajaya diundang menghadiri Meeting on the Follow-up of the ASEAN People's Forum pada 5 Maret 2012 di Jakarta yang diselenggarakan Civil Society ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Peoples Forum. Pertemuan yang juga dihadiri oleh Rafendi Djamin, Komisioner Indonesia untuk ASEAN Inter-governmental Commission on Human Rights (AICHR), bertujuan untuk mendengarkan penjelasan perkembangan terakhir ASEAN serta melakukan konsultasi untuk meningkatkan interaksi ASEAN Civil Society dengan Badan-Badan Sektoral ASEAN.
Dalam pemaparannya, Duta Besar Ngurah Swajaya menyampaikan mengenai pentingnya interaksi yang melibatkan Civil Society ASEAN untuk menuju pembentukan Komunitas ASEAN yang bersifat "Peoples-oriented" dan Peoples-Centered". Piagam ASEAN juga menekankan mengenai hal ini seperti yang dituangkan dalam kalimat pertama dalam Piagam ASEAN yang dimulai dengan kata; 'we, the people'. Untuk itu, para pemimpin ASEAN juga telah memulai interaksi dengan Civil Society ASEAN, seperti dilakukan pada KTT ASEAN di Jakarta tahun 2011. Interaksi juga telah dilakukan oleh berbagai Badan Sektoral Tingkat Menteri serta dengan Komite Perutusan Tetap untuk ASEAN di Jakarta. Untuk itu, disarankan agar Civil Society dapat secara proaktif melakukan pendekatan dengan berbagai Badan Sektoral untuk memberikan masukan-masukan yang menjadi kepentingan langsung masyarakat. 
Duta Besar Ngurah Swajaya juga memberikan apresiasi kepada peranan Civil Society sebagai penghubung untuk menyampaikan perkembangan kerjasama ASEAN kepada masyarakat melalui organisasi mereka masing-masing serta peran aktif mereka melibatkan masyarakat secara langsung dalam berbagai bentuk kerjasama di dalam kerangka ASEAN.
ASEAN Peoples Forum (APF) merupakan suatu wadah kegiatan tahunan yang melibatkan berbagai perwakilan Civil Society Organization (CSO) dari seluruh negara anggota ASEAN yang bergerak dalam berbagai sektor, seperti pemberdayaan perempuan dan anak, pendidikan, Hak Asasi Manusia, perubahan iklim dan lain-lain. Hasil pembahasan APF dijadikan bahan untuk masukan kepada ASEAN Leaders Meeting with CSOs. 
Pertemuan yang diselenggarakan APF di Jakarta juga mengevaluasi  tindak lanjut masukan-masukan yang telah mereka sampaikan pada berbagai pertemuan ASEAN, termasuk pada beberapa kesempatan KTT ASEAN.