RRT Berkomitmen Bantu Realisasikan Konektivitas di ASEAN

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebagai realisasi dari kesepakatan para pemimpin ASEAN dan Tiongkok, ASEAN Connectivity Coordinating Committee (ACCC) telah melakukan pertemuan pertama dengan Chinese Working Committee of the China-ASEAN Connectivity Cooperation Committee di Sekretariat ASEAN, Jakarta (7/11).

Dalam pertemuan tersebut delegasi RRT yang beranggotakan wakil berbagai Kementerian terkait dipimpin oleh Wakil Menteri Perdagangan RRT, Chen Jian dan didampingi Duta Besar RRT untuk ASEAN berkedudukan di Jakarta, Dubes Yang Xiuping.

Pertemuan telah mengidentifikasi berbagai proyek konkrit bidang konektifitas serta membahas modalitas untuk mendorong kerjasama guna merealisasikan berbagai proyek infrastruktur fisik, konektivtas kelembagaan ASEAN.

Pertemuan juga membahas mengenai perkembangan berbagai proyek infrastuktur fisik terkait bidang maritim dan dalam kerangka Singapore-Kunming Rail Link, ASEAN ITC Broadband Network, dan Trans-ASEAN Gas Pipeline.

Untuk mendukung implementasi konektivitas ASEAN, pemerintah Tiongkok telah mengalokasikan pinjaman tambahan sebesar USD 10 milyar termasuk pinjaman preferensial sebesar USD 4 milyar.

Komitmen ini menambah komitmen pendanaan RRT sebelumnya sebesar USD 25 milyar yang telah dipergunakan untuk lebih dari 50 proyek di seluruh negara anggota ASEAN.

Anggota ACCC dari Indonesia, Wakil Tetap Republik Indonesia untuk ASEAN, Duta Besar Ngurah menyampaikan perlunya sinergi implementasi konektivitas pada tingkat nasional, sub-regional dan regional.

Beberapa proyek konktivitas infrastruktur nasional yang dituangkan dalam Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) juga dirancang untuk memungkinkan Indonesia globally connected.

Pengembangan proyek-proyek konektivitas dengan pemerintah Tiongkok diharapkan dapat menjadi stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

MPAC merupakan suatu inisiatif ASEAN untuk meningkatkan konektivitas di ASEAN dalam mendukung pembentukan ASEAN Community pada 2015.

Konektivitas ASEAN penting maknanya dalam menciptakan ASEAN yang terintegrasi dan berdaya saing tinggi dalam konteks pembentukan pasar tunggal dan basis produksi yang kompetitif, termasuk untuk menjembatani kesenjangan pembangunan.