PTRI ASEAN menerima kunjungan Tanri Abeng University

PTRI ASEAN menerima kunjungan rombongan mahasiswa dari Department of Business of Administration, Tanri Abeng University pada Kamis, 20 Desember 2018. ​Atas arahan Dubes/Watapri ASEAN, rombongan diterima oleh Sdr. Andri Djufri Said selaku Kuasa Usaha Ad Interim. Rombongan berjumlah 9 orang (7 mahasiswa dan 2 staf pengajar). Dalam sambutannya, KUAI menyatakan bahwa selain melakukan public outreach, PTRI ASEAN pernah beberapa kali menerima incoming visit seperti yang dilakukan oleh Tanri Abeng University. Baik public outreach maupun incoming visit akan bermanfaat dalam rangka engaging mahasiswa dan awareness raising tentang ASEAN di kalangan perguruan tinggi.

Salah satu staf pengajar, Dr Primadi Wahyuwidagdo, menyatakan tujuan mahasiwa Tanri Abeng University adalah menggali lebih dalam tentang integrasi ekonomi ASEAN, dan sekaligus mengucapkan terima kasih atas kesiapan PTRI ASEAN menerima rombongan. Dalam diskusi, para mahasiswa banyak bertanya tentang isu-isu ekonomi yg berkaitan dengan Connectivity dan proses integrasi ASEAN. Hal ini sebetulnya telah dimuat dalam Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC) 2025, yaitu siklus sustainable infrastructure, digital innovation, seamless logistics, regulatory excellence, people mobility, dan kembali lagi ke siklus sustainable infrastructure.

Secara garis besar PTRI ASEAN menyampaikan bahwa Indonesia memiliki berbagai kelebihan dibandingkan negara ASEAN lainnya, terutama dalam hal luas wilayah, kekayaan sumber daya alam (SDA) dan kekayaan sumber daya manusia (SDM).SDA dan SDM perlu dikasih nilai tambah, yaitu dengan memanfaatkan Free Trade Area (FTA) sebagai kesempatan untuk memasarkan produk Indonesia, baik di luar negeri maupun di dalam negeri.  Produk Indonesia dituntut untuk memiliki standar kualitas dunia, yang kompetitif dalam hal kualitas dan pelayanan.

Dengan adanya tuntutan baru berupa revolusi industri 4.0, ini berarti ada tuntutan baru untuk pengembangan kapasitas. Hal ini merupakan salah satu modalitas penting Indonesia yang harus dimulai dari tingkat mahasiswa/pelajar. Di luar isu ekonomi, para mahasiswa menanyakan tentang pembatasan jam kerja yang layak bagi pekerja Indonesia dalam pasar ASEAN dan menanyakan tentang konsep people-centred, people-oriented dan people-driven ASEAN. Terhadap kedua hal ini, PTRI ASEAN menyampaikan bahwa keseimbangan produktivitas dan jam kerja yang layak perlu diperhatikan dalam pasar ASEAN, sementara konsep people-centred, people-oriented dan people-driven ASEAN merupakan konsep yang dicetuskan oleh Indonesia sewaktu Indonesia menjadi Ketua ASEAN pada tahun 2011.

Kunjungan berlangsung kurang lebih 2 (dua) jam dan ditutup dengan acara foto bersama.

​