Dorong Kemitraaan Strategis, ASEAN-China Center Resmi Dibuka

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

“Pembukaan ASEAN-China Center adalah momentum yang penting untuk meningkatkan kemitraan strategis ASEAN-RRT, khususnya dalam meningkatkan perdagangan, investasi dan pariwisata". Demikian disampaikan Wakil Tetap Indonesia untuk ASEAN Dubes Ngurah Swajaya, pada kesempatan peresmian ASEAN-China Center di Beijing (18/05).
Dubes Swajaya selaku Anggota Dewan Bersama ASEAN-China Center, menegaskan bahwa pembukaan ASEAN–China Centre merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah RRT untuk lebih mendorong peningkatan ekspor ASEAN ke RRT, meningkatkan investasi RRT serta kunjungan wisatawan RRT ke ASEAN.
Kemitraan strategis kerjasama ekonomi ASEAN dan RRT yang akan memberikan manfaat timbal balik diharapkan akan semakin diperkuat melalui operasionalisasi ASEAN-China Center.
Hal ini, sambung Dubes Swajaya, harus dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia, khususnya oleh kalangan swasta. Selain itu, Centre ini juga akan dimanfaatkan untuk meningkatkan saling pemahaman ASEAN-RRT melalui program pendidikan dan kebudayaan.
Menempati kompleks kantor di No. 43, Liangmaqiao Road, Chaoyang District, Beijing, ASEAN-China Center mempunyai fasilitas sarana perkantoran, ruang-ruang pertemuan dan seminar, serta ruang pameran yang dapat dimanfaatkan sepanjang tahun oleh negara-negara anggota ASEAN dan RRT.
Dalam kerangka ASEAN-China Center, Pemerintah RRT melalui Pemerintah Daerah Kota Yiwu juga telah menyediakan ruang pameran dan penjualan seluas 5000 m2 untuk memasarkan produk-produk ekspor ASEAN ke RRT di pasar grosir terbesar di dunia yang terletak di kota Yiwu.
Ke depan, ASEAN-China Center akan mengemban peran penting sebagai wahana untuk mendukung pencapaian target perdagangan, investasi dan pariwisata ASEAN-RRT secara timbal balik, sebagaimana telah disepakati para pemimpin ASEAN dan RRT.
Tidak main-main, nilai perdagangan ASEAN-RRT pada tahun 2015 ditargetkan mencapai US$ 500 milyar, dengan peningkatan penanaman modal RRT ke ASEAN dan kunjungan wisatawan timbal balik senilai US$ 15 milyar. Sebagai catatan, nilai perdagangan ASEAN-RRT pada tahun 2010 telah mencapai angka US$ 231, 2 milyar.
Pertemuan Pertama Dewan Bersama yang dihadiri sejumlah Wakil Tetap Negara ASEAN, termasuk Indonesia, menandai dimulainya operasionalisasi ASEAN-China Centre. Operasionalisasi ASEAN-China Center merupakan tindak lanjut kesepakatan para pemimpin ASEAN-RRT pada KTT ke-14 ASEAN-China di Bali, Nopember 2011 lalu. (Sumber: KBRI Beijing/Ed. PY)
 

?