ASEAN Connectivity Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pertemuan ke-5 ASEAN Connectivity Coordinating Committee (ACCC) telah mengkaji perkembangan implementasi Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC) pada tanggal 28-29 Juni 2012. Pertemuan di Batam dimanfaatkan sekaligus untuk memberikan pemahaman kepada ASEAN mengenai Batam sebagai salah satu pintu gerbang ASEAN (gateway) ke Indonesia.

Dalam kaitan ini, ACCC juga meninjau kesiapan pembentukan Batam Single Window sebagai bagian dari National Single Window serta melakukan kunjungan ke Batam Indonesia Free Trade Zone Authority dan Batamindo sebagai salah satu industrial zones di Batam.

Pertemuan mencatat bahwa selama 2 tahun terakhir, kemajuan implementasi Master Plan on ASEAN Connectivity telah dicapai secara signifikan khususnya terkait
penyelesaian AHN (ASEAN Highway Network) pada 2015 dan penuntasan SKRL (Singapore-Kunming Rail Link) pada 2020, dengan kemungkinan pengembangan jalur hingga Surabaya, pembangunan sistem angkutan laut ASEAN RO-RO (roll-on-roll-off) dan pelayaran antar pulau serta pembentukan ASEAN Single Window.

Pertemuan juga mencatat kemajuan implementasi institutional connectivity khususnya menyangkut ratifikasi berbagai perjanjian ASEAN dan penyusunan kebijakan dan kelembagaan ASEAN termasuk pengembangan single window.

Pertemuan juga sepakati strategi kerjasama dengan mitra wicara ASEAN, seperti Jepang, China, Uni Eropa dan Australia untuk meningkatkan dukungan negara-negara tersebut untuk implementasi Master Plan on ASEAN Connectivity.

Untuk memfasilitasi dukungan mitra wicara dan kalangan swasta, pertemuan juga memfinalisasi penyusunan Project Information Sheet sebagai instrument penggalangan dukungan berbagai proyek terkait physical, institutional dan people-to-people connectivity.

Pertemuan juga sepakat untuk lebih banyak melibatkan kalangan swasta untuk implementasi Master Plan, termasuk melibatkan partisipasi swasta pada connectivity symposium yang akan dilaksanakan pada awal September 2012 di Phnom Penh, Cambodia. (Sumber : PTRI ASEAN)