Pakistan

​Kerja sama ASEAN dengan Mitra Wicara Sektoral - Pakistan
Pakistan resmi menjadi mitra wicara sektoral ASEAN pada Pertemuan Peresmian Pembentukan Hubungan Dialog ASEAN-Pakistan November 1997. Pada pertemuan tersebut disusun Terms of Reference tentang ASEAN-Pakistan Joint Sectoral Cooperation Committee (APJSCC).
Pada pertemuan ke-11 ASEAN Regional Forum (ARF), tanggal 2 Juli 2004, di Jakarta, Pakistan mengaksesi Traktat Persahabatan dan Kerja sama (TAC) dan menjadi anggota ARF ke-24. Pakistan juga telah menandatangani ASEAN-Pakistan Joint Declaration for Cooperation to Combat Terrorism pada AMM/PMC/ARF Juli 2005 di Vientiane, Lao PDR.
Pada pertemuan pertama ASEAN Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) + Pakistan Consultation bulan Juni 2007 di Vientiane, Lao PDR, menyepakati proposal Pakistan untuk memulai kunjungan penegak hukum Negara-negara ASEAN ke Islamabad, untuk mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang dapat dilaksanakan sebagai implementasi dari ASEAN-Pakistan Joint Declaration for Cooperation to Combat International Terrorism.
Setelah pertemuan pertama APJSCC, dua kegiatan di bidang perdagangan telah diadakan yaitu ASEAN-Pakistan Business Council dan ASEAN-Pakistan Trade Facilitation Workshop. Pada pertemuan Senior Economics Officials’
Meeting (SEOM) Januari 2006 di Vientiane, diputuskan untuk mengadakan ASEAN-Pakistan Feasibility Study on ASEAN Pakistan Free Trade Area dan menyepakati ToR ASEAN-Pakistan Free Trade Agreement Joint Feasibility Study. Pertemuan SEOM-Pakistan Consultations yang diadakan Juli 2006 menyetujui implementasi joint study ASEAN-Pakistan Free Trade Area yang akan dibiayai oleh ASEAN-Pakistan Cooperation Fund (APCF).
Pakistan telah memilih Pakistan Institute of Development Economics (PIDE) dan Malaysian Institute of Economic Research (MIER) untuk melakukan penelitian tersebut. MIER dan PIDE telah menyelesaikan Inception Report on Joint Feasibility Study for ASEAN-Pakistan Free Trade Area (FTA) pada Juli 2009. Terkait dengan itu, pertemuan SEOM pada tahun 2009, memutuskan bahwa FTA ASEAN-Pakistan baru akan dilaksanakan setelah pelaksanaan FTA ASEAN-GCC dan FTA ASEAN-MERCOSUR. Keputusan tersebut telah disampaikan kepada Pakistan.
Dalam kerja sama ASEAN-Pakistan, Pakistan mengusulkan beberapa bentuk kerja sama seperti: pembentukan Joint Task Force on Industry untuk mengidentifikasi sub sektor/produk/proses untuk integrasi industri yang menguntungkan antara ASEAN dan Pakistan. Pakistan juga mengusulkan adanya perumusan Action Plan for Industrial Cooperation with ASEAN dan Action Plan di bidang investasi. Pakistan juga menaruh minatnya untuk bekerjasama di bidang Clean Development Technologies (CDM).
Pada pertemuan APJSCC yang ke-3, Pakistan mengharapkan dukungan ASEAN untuk menyediakan pelatihan bagi staf Pakistan Institute of Tourism and Hotel Management (PITHOM) dan Pakistan-Austria Institute of Tourism and Hotel Management (PAITHOM). Oleh karena itu, pada pertemuan ke-9 ASEAN Task Force on Tourism Manpower Development di Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam disepakati untuk mengirimkan tenaga ahli dari Negara-negara Anggota ASEAN ke Pakistan. Dua orang tenaga ahli dari Indonesia juga dikirim untuk mengadakan pelatihan di PAITHOM di Guli Bagh, Swat,
Pakistan. Pakistan menawarkan 10 beasiswa penuh kepada Negara-negara Anggota ASEAN untuk belajar pada institusi pendidikan tinggi di Pakistan dalam bidang-bidang seperti teknologi informasi, perbankan, teknik, dan kedokteran. Pakistan juga menawarkan beasiswa tahunan kepada Negara-negara Anggota ASEAN untuk belajar bahasa Inggris pada English Language Training Programme at National University of Modern Languages (NUML), Islamabad. Beasiswa ini akan ditawarkan setiap tahunnya selama 5 tahun. Terkait dengan keinginan Pakistan untuk membantu proses integrasi ASEAN. Pakistan berencana menawarkan beasiswa khusus untuk Negara-negara CLMV.
Pakistan telah menunjuk Duta Besarnya di Jakarta merangkap sebagai Duta Besar Pakistan untuk ASEAN.