Amerika Serikat

1/6/2016

Sinopsis

Hubungan Kemitraan ASEAN – AS
 
 
Kerjasama ASEAN dan Amerika Serikat (AS) dimulai sejak tahun 1977, dan telah memiliki payung kerjasama dan rencana aksi yang komprehensif didasari pada Plan of Action to Implement the ASEAN-US Enhanced Partnership for Enduring Peace and Prosperity (2011-2015).
AS tercatat sebagai Negara mitra wicara yang cepat dalam menanggapi perkembangan Implementasi Piagam ASEAN antara lainmelalui penunjukan Dubes AS untuk ASEAN, H.E. Scot Marciel pada tanggal 10 April 2008 yang diikuti dengan pembukaan Misi Diplomatik AS untuk ASEAN pada awal 2010. AS juga telah menunjuk H.E. David Lee Carden sebagai Duta Besar untuk ASEAN yang berkedudukan di Jakarta.Dubes Carden telah menyampaikan Letter of Credentials kepada Sekjen ASEAN pada tanggal 26 April 2011.
Peningkatan bobot kerjasama ASEAN-AS juga ditandai dengan aksesi AS pada Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia disela-sela AMM/PMC ke-42 di Phuket, Thailand, tanggal 22 Juli 2009 oleh Menlu AS, Hillary Clinton. Hal ini merupakan penegasan komitmen politik serta kontribusi AS dalam upaya menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan.
Di bidang ekonomi dan perdagangan, Menteri-menteri Ekonomi ASEAN dan US Trade Representative (USTR) telah menandatangani ASEAN-US Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) pada tahun 2006.Perjanjian kerangka tersebut ditujukan untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi ASEAN dengan AS.Dalam upaya mengimplementasi perjanjian dimaksud, para Menteri Ekonomi ASEAN juga telah menyelenggarakan road show ke beberapa kota di AS pada bulan Mei 2010. Pada saat ini, AS merupakan salah satu mitra dagang terbesar ASEAN dengan total nilai perdagangan dua arah sebesar US$ 199 triliun pada tahun 2011 dengan nilai investasi ke seluruh Negara anggota ASEAN sebesar US$ 5,8 triliun.
Pada tahun 2011, ASEAN dan AS juga sepakat untuk membentuk sebuah Eminent Persons Group (EPG) guna memberikan rekomendasi kepada para Pemimpin ASEAN dan AS dalam memperkuat kerjasama dan kemitraan ASEAN-AS. Laporan akhir serta rekomendasi ASEAN-US EGP telah disampaikan pada 4th ASEAN-US Leaders’ Meeting di Phnom Penh, pada bulan November 2012 yang lalu. Diantara rekomendasi yang disetujui para Pemimpin ASEAN-AS adalah untuk menginstitusionalisasikan Pertemuan pada tingkat Kepala Negara menjadi ASEAN-US Summit yang akan diselenggarakan setiap tahun.
Kerangka kemitraan ASEAN-AS memiliki 21bidang prioritas untuk mendukung pembentukan Komunitas ASEAN dengan ketiga pilarnya yakni: 1) Transnational Crime, including Counter Terrorism, 2) Good Governance, the Rule of Law and Judiciary Systems, and Human Rights Promotion, 3) Other Political and Security Cooperation, 4) Trade and Investment, 5) Finance Cooperation, 6) Intellectual Property Rights, 7) Small and Medium Enterprises, 8) Information Communication Technology, 9) Transport, 10) Energy Security and Clean Energy, 11) Science and Technology, 12) Disaster Management, 13) Public Health, 14) Environment, Biodiversity and Climate Change, 15) Food Security, 16) Education and Human Resources, 17) Culture and People-to-People Exchange, 18) Social Justice and Rights, 19) Social Welfare and Family Development, 20) Partnership for Development dan 21) Cross Sectoral Cooperation.