Pembentukan Jaringan Sekolah Bisnis ASEAN-China Memfasilitasi Peningkatan Kerjasama Ekonomi Saling Menguntungkan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pembentukan Jaringan Sekolah Bisnis ASEAN-China merupakan gagasan konkrit untuk menunjang peningkatan kerjasama kemitraan strategis ASEAN-China serta memfasilitasi realisasi target hubungan ekonomi yang telah dicanangkan Kepala Negara ASEAN dan China pada KTT ke-14 di Bali, bulan Nopember 2011. Demikian inti sambutan yang disampaikan Wakil Tetap Indinesia untuk ASEAN, Duta Besar Ngurah Swajaya pada acara Launching MoU ASEAN+China Business School Network yang deselenggarakan oleh ASEAN Foundation di Yogyakarta, Indonesia.
Gagasan yang didukung oleh ASEAN Foundation dan ASEAN University Network dirancang oleh Universitas Gajah Mada dan melibatkan 10 Sekolah Manajemen dan Bisnis terkemuka di negara ASEAN dan 10 Universitas Bisnis terkemuka di China. Peluncuran Jaringan Sekolah Bisnis ASEAN-China ditandati dengan penandatanganan Memorandum of Agreement oleh Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Rektor Universitas Gajah Mada, Direktur Eksekutif ASEAN University Network dan Dekan Antai College of Economics and Management Shanghai Jiao Tong University, Shanghai, China pada tanggal 2 April 2013. Penandatanganan ini disaksikan oleh seluruh wakil Sekolah Bisnis ASEAN dan China, Dubes Suprapto Martosutomo mewakili Kemenlu serta wakil pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Gagasan ini dirintis oleh Universitas Gajah Mada dan didukung sepenuhnya oleh ASEAN Foundation ketika Indonesia menjadi Ketua ASEAN tahun 2011.
Dalam kapasitasnya sebagai Anggota Dewan Penyantun ASEAN Foundation, Duta Besar Ngurah Swajaya menyampaikan bahwa pembentukan jaringan sekolah bisnis akan memungkinkan peningkatan interaksi dan pemahaman antara ASEAN dan China. Lebih lanjut dijelaskan bahwa target yang dicanangkan untuk meningkatkan nilai perdagangan timbal balik sebesar US$ 500 milyar tahun 2015 akan dapat diwijudkan dengan dukungan jaringan sekolah bisnis ini. Dubes Swajaya menegaskan bahwa keseimbangan nilai perdagangan timbal balik, peningkatan investasi China dan kunjungan wisatawan China ke ASEAN merupakan prioritas utama dalam kemitraan strategis ASEAN-China.
Dubes Swajaya juga menyampaikan mengenai perlunya jaringan sekolah bisnis memanfaatkan ASEAN-China Centre di Beijing sebagai mekanisme yang dibentuk untuk memfasilitasi kerjasama pendidikan antara ASEAN dan China. Sementara itu DR. Makarim Wibisono dalam pidatonya menyampaikan bahwa pembentukan jaringan ini akan mendukung pembentukan ASEAN Socio Cultural Community (ASCC) blue print serta ASEAN Connectivity.
Wakil dari Misi Diplomatik China untuk ASEAN, Counsellor Zheng Huefang, menyampaikan komitmen China untuk terus mendukunga proses integrasi ASEAN dan pembentukan Komunitas ASEAN. Untuk mendukung kerjasama pendidikan, China telah membangun ASEAN-China Education Training Centre mulai tahun 2011 dan berada di 6 provinsi di China. Selain itu, pemerintah China juga memberikan 10.000 beasiswa kepada ASEAN dan mencatat bahwa saat ini terdapat kurang lebih 70.000 mahasiswa ASEAN yang belajar di China dan sekitar 100.000 mahasiswa China yang belajar di negara-negara ASEAN. China juga menyelenggarakan ASEAN-China Education Week yang melibatkan 200 lembaga yang perpartisipasi dalam pameran pendidikan tersebut. 
Dalam Keynote Addressnya, Rektor UGM menyampaikan komitmen kuat UGM dalam internasionalisasi program bisnis, sekaligus mengembangkan sustainable learning process. Launching MoU ini juga dipandang sebagai sebuah hal yang strategis baik dari institusi pendidikan, maupun dalam kerangka pencapaian Komunitas ASEAN 2015.
Berbagai kegiatan yang akan dirancang Jaringan Sekolah Bisnis ini antara lain menciptakan flagship programs, merencanakan joint degree programs, menyelenggarakan Global summer school, serta pertukaran mahasiswa antara ASEAN, serta ASEAN dan China.
ASEAN Foundation merupakan salah satu mekanisme ASEAN yang berfungsi memajukan kerjasama bidang sosial budaya untuk mendukung pembentukan Komunitas Sosial Budaya ASEAN. Mekanisme ini berkedudukan di Jakarta dan dipimpin Duta Besar DR. Makarim Wibisono dan Duta Besar Ngurah Swajaya juga menjadi anggota Dewan Penyantun (Board of Trustee) ASEAN Foundation bersama seluruh Wakil Tetap/Duta Besar ASEAN. (NS/GF)
?

?