Australia perlu meningkatkan kerjasama yang lebih erat di berbagai bidang dengan ASEAN

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Wakil Tetap Indonesia untuk ASEAN, Duta Besar Ngurah Swajaya telah memberikan kuliah umum di Australian National University di Canberra tanggal 19 Maret 2013 dan di Royal Melbourne Institute of Technology di Melbourne, tanggal 20 Maret 2013.
 
Dalam paparannya, Duta Besar Ngurah Swajaya menjelaskan mengenai sejarah dan proses transformasi ASEAN menjadi rule based organization dan peoples-oriented ASEAN. Duta Besar Ngurah Swajaya juga menyampaikan proses pembentukan Komunitas ASEAN yang akan dilakukan tanggal 31 Desember 2013, khususnya Komunitas Ekonomi ASEAN yang akan menjadikan ASEAN sebagai Pasar Tunggal dan Basis Produksi yang kompetitif serta berlakunya ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Area.
 
Berkaitan dengan perkembangan terkini di kawasan, Australia dengan kebijakan baru mengenai Australia in Asia Century telah menegaskan kembali posisi Australia di Asia serta kebijakan politik luar negeri Australia terkait negara-negara Asia. Dalam Tanya jawan, kalangan akademisi Australia menilai bahwa peningkatan kemitraan Australia dengan ASEAN perlu lebih ditingkatkan di berbagai bidang, khususnya dalam di bawah pilar Komunitas Politik-Keamanan, Ekonomi dan Sosial Budaya. Interaksi yang lebih mendalam dan mencakup berbagai kelompok kepentingan perlu ditingkatkan untuk meningkatkan pemahaman yang lebih baik di Australia mengenai ASEAN.
 
Pada tahun 2014, ASEAN dan Australia akan memperingati 40 tahun kerjasama Kemitraa yang menurut rencana akan diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk gagasan pelaksanaan Konperensi Tingkat Tinggi ASEAN-Australia. Australia juga berpartisipasi dalam berbagai mekanisme yang dibentuk oleh ASEAN antara lain ASEAN Regional Forum (ARF), East Asia Summit (EAS) dan ASEAN Defense Ministerial Meeting Plus. Para peserta menilai bahwa kerjasama Australia dan ASEAN belum dimanfaatkan secara optimal karena minimnya pemahaman mengenai ASEAN di Australia.