ASEAN-China Joint Council

2/26/2013

ASEAN China Center
 ​
Pembentukan ASEAN China Center (ACC) merupakan salah satu butir kesepakatan KTT ke-14 ASEAN-China yang dipimpin oleh Presiden RI pada tanggal 18 November 2011 di Bali. Operasionalisasi ACC yang berkedudukan di Beijing, Tiongkok, Secara Resmi dimulai pada tanggal 18 Mei 2012 melalui Pertemuan Pertama Joint Council of the ASEAN-China Centre (JC-ACC) yang diselenggarakan di Beijing pada tanggal 17-18 Mei 2012. Pertemuan juga mengesahkan Ma Minqiang  yang Berasal dari Tiongkok sebagai  Sekjen ACC.
 
Kemitraan strategis kerjasama ekonomi ASEAN dan RRT akan memberikan manfaat timbale balik diharapkanakan semakin diperkuat melalui operasionalisasi ACC. Selain itu, Centre ini juga akan dimanfaatkan untuk meningkatkan saling pemahaman ASEAN-RRT melalui program pendidikan dan kebudayaan. Menempati kompleks kantor di No. 43, Liangmaqiao Road, Chaoyang District, Beijing, ACC mempunyai fasilitas sarana perkantoran, ruang-ruang pertemuandan seminar, sertaruang pameran yang dapat dimanfaatkan sepanjang tahun oleh negara-negara anggota ASEAN dan RRT.
 
Dalam kerangka ASEAN-China Center, Pemerintah RRT melalui Pemerintah Daerah Kota Yiwu juga telah menyediakan ruang pameran dan penjualan seluas 5000 m2 untuk memasarkan produk-produk ekspor ASEAN ke RRT di pasar grosir terbesar di dunia yang terletak di kota Yiwu. Kedepan, ASEAN-China Center akan mengemban peran penting sebagai wahana untuk mendukung pencapaian target perdagangan, investasi dan pariwisata ASEAN-RRT secara timbale balik, sebagaimana telah disepakati para pemimpin ASEAN dan RRT.
 
Pertemuanke-2 Joint Council of the ASEAN-China Centre (JC-ACC) dilaksanakan di Beijing, Tiongkok tanggal 5 Desember 2012 dengan didahului oleh pertemuan Joint Executive Board (JEB) ACC. Pertemuan ke-2 tersebut difokuskan pada pembahasan evaluasi kinerja ACC sepanjang 2012 serta perencanaan program kegiatan dan anggaran pada tahun berikutnya. Dalam laporannya, Sekjen ACC menyampaikan sejumlah kegiatan ACC yang mencakup kegiatan bidang perdagangan dan investasi; pendidikan, kebudayaan dan pariwisata; dan, publikasi dan hubungan masyarakat.
  
Dalam kaitannya dengan fasilitasi ACC untuk menyediakan ruangan pameran sebagai ASEAN Product Exhibition and Trade Centre di pusat grosir terbesar Tiongkok di Yiwu, beberapa negara ASEAN telah menyatakan minatnya memanfaatkan fasilitas tersebut, termasuk Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand. 
 
Dalam rangka peningkatan investasi pengusaha Tiongkokke ASEAN, Sekjen ACC juga menggalang pembentukan konsorsium pengusaha Tiongkok yang potensial melakukan investasike ASEAN, mengatur kunjungan investor potensial Tiongkok kebeberapa Negara anggota ASEAN, serta pembuatan program TV di Tiongkok untuk promosi pariwisata Kamboja. 
 
Untuk rencana program kegiatan tahun 2013, ACC merencanakan untuk mendorong peningkatan investasi Tiongkokke ASEAN, promosi perdagangan dan pariwisata melalui 27 kegiatan yang akan dilaksanakan bekerjasama dengan berbagai institusi di Tiongkok dan Perwakilan Negara anggota ASEAN di Beijing. Hal ini dilakukan melalui kerjasama dengan sejumlah perusahaan besar dan jaringan CEO perusahaan swasta di Tiongkok serta 3 universitas utama di Tiongkok.