Jepang

1/6/2016

Sinopsis
Hubungan kemitraan ASEAN-JEPANG
 
ASEAN dan Jepang memulai hubungan dialog informal pada tahun 1973 dan meningkat kepada hubungan formal dengan dibentuknya mekanisme ASEAN-JAPAN Forum pada bulan Maret 1977
 
Pada tanggal 25 Mei 1981 didirikan Promotion Centre on trade, investment and tourism berdasarkan persetujuan antara Negara-negara ASEAN dan Jepang. Saat ini dirujuk seebagai ASEAN-Japan centre (AJC) dan sedang dalam proses reformasi untuk memperluas fungsi dan aktifitasnya sesuai arahan ASEAn-Japan Coemmerative Summit pada tahun 2003. Berdasarkan rekomendai Eminent persons Committee perjanjian AJC kemudian mengalami proses amandemen dan disahkan oleh Council Director AJC pada 20 November 2007. Indonesia telah meratifikasi aandemen tersebut.
 
Penguatan kerja sama ASEAN-Jepang ditandai dengan pelaksanaan ASEAN-Japan Commerative Summit, 11-12 Desember 2003 di Tokyo dan ditandatanganinya “Tokyo declaration of The dynamic and Enduring  ASEAN-Japan plan of Action yang merupakan cetak biru kerja sama ASEAN-Japan secara komprehensif pada Commemorative summit tersebut. Jepang telah mengaksesi Treaty of amity and Cooperation (TAC) pada tanggal 2 Juli 2004 di Jakarta.
 
Pada KTT ASEAN-Jepang ke -10 di Cebu tanggal 14 Januari  2007, disepakati usulan Jepang untuk membentuk Eminent Persons.  Group (EPG) guna mengelaborasi 9th ASEAN-Japan Summit Join Statement on depening and broadening of ASEAN-Japan Strategic partnership untuk diwujudkan dalam bentuk kerja sama dan kegiatan yang nyata. Rekomendasi EPG dalam bentuk report of the ASEAN-Japan eminent persons Group telah dilaporkan kepada leaders pada KTT ASEAN-Jepang ke -12 di Hua Hin, tahiland tanggal 24 Oktober 2009. Selanjutnya menteri yang terkait dan pejabat senior lainnya dapat menindaklanjuti rekomendasi dalam laporan tersebut.
 
Pada KKT ASEAN-Jepang ke -11 tanggal 21 November 2007 telah dikeluarkan joint statements of The Conclusion of the Negotatioin for the ASEAN-Japan economic Cooperation cooperation. Negosisasi AJCEP Agreement telah selesai dan ditanda tangani pada awal tahun 2008, saat ini para pihak sedang melaksanakan proses ratifikasinya untuk entry into force sebelum tahun 2009. Sebagai bagian dari AJCEP , Jepang dan ASEAN harus mulai melakukan negoisasi  untuk bidang jasa dan investasi satu tahun setelah AJCEP entry into Force.
 
Dalam kerangka kerja sama EAST ASIA Summit (EAS), ASEAN-Jepang memandang penting people to people exchange. Pada KTT ASEAN-Jepang ke -10 , Jepang berkomitmen melaksanakan program mengundang 6000 pemuda dari Negara-negara East Asia Summit pertahun selama lima tahun untuk berkunjung ke jepang melalui program Japan East Asia network of Exchange for Student and Youths (JENESYS) . dalam pertemuan ASEAN PMC ke 42 direncanakan untuk mengundang guru-guru muda sebagai upaya meningkatkan pengetahuan Publik tentang ASEAN dan Jepang.
 
Jepang merupakan penggagas pembentukan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA). Sebagai tindak lanjut pada 3rd EAS, Para pemimpin telaj menyepakati pembentukan ERIA untuk dapat diakomodasi sementara di sekeretariat ASEAN, Jakarta kegiatan ERIA akan dilaksanakan berdasarkan tiga pilar kebijakan penilitian yakni Deepening economic integration, narrowing development gaps, and sustainable economic development ERIA saat ini berada dibawah paying kerja sama EAST ASIA Summit (EAS) dan memiliki fokus pada kajian-kajian strategis guna mendorong integrasi regional dan memperkuat kemitraan di Asia Timur.
 
Jepang juga merupakan penggagas studi mengenai Comprehensive Economic Partnership in East Asia (CEPEA) untuk menjajaki kemungkinan kerangka kerja sama bagi integrasi ekonomi diantara Negara anggota EAS dan melakukan pengujian terhadap dampak ekonomi CEPEA terhadap Negara-negara EAS. Kelompok pengkaji telah melaksanakan 4 kali pertemuan dan telah menyerahkanlaporan akhir rekomendasinya kepada para Menteri Ekonomi pada 4th East Asia Summit tahun 2009.