Tim Kesenian ISI Surakarta memukau penonton Afrika Selatan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Standing ovation diberikan oleh para penonton warga Afrika Selatan di State Theater Pretoria ketika Tim ISI Surakarta selesai menampilkan tari-tarian Indonesia pada tanggal 27 Agustus 2010. Tim kesenian asal Institute Seni Indonesia (ISI) Surakarta berjumlah 6 orang tersebut sengaja didatangkan oleh KBRI Pretoria ke Afrika Selatan untuk tampil di State Theater Pretoria, theater terbesar di selatan benua Afrika dalam rangka mengikuti Capital Arts Festival 2010. Capital Arts Festival (CAF) merupakan ajang tahunan pagelaran seni internasional yang diselenggarakan di Pretoria dan tahun ini merupakan kali ke-4 penampilan tim kesenian asal Indonesia. CAF tahun ini diselenggarakan pada tanggal 25 Agustus - 7 September 2010 dan diikuti oleh berbagai negara seperti Brasil, Jepang, China, Italia, Austria, Argentina, Amerika, India, Pakistan, Jamaica, Indonesia dan beberapa negara lainnya. Bagi penampilan seni asal Indonesia, satu malam khusus disediakan untuk penampilan Tim ISI Surakarta yang berlangsung selama 2 jam. Duta Besar RI untuk Afrika Selatan, Sjahril Sabaruddin, membuka acara dengan inti sambutan yang antara lain menyampaikan bahwa tujuan didatangkannya tim kesenian asal Indonesia adalah untuk lebih mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Afrika Selatan dalam rangka lebih mempererat hubungan antar kedua negara yang bersahabat yang telah terjalin lebih kurang dari 350 tahun sejak kedatangan Syech Yusuf di benua selatan Afrika ini. Pada kesempatan tersebut, tim ISI Surakarta telah menampilkan tari-tarian seperti Oleg Tambulilingan, Bambangan Cakil, Cipat Cipit, Srikandi Burisrawa serta 6 tarian lainnya. Pada akhir acara, tim penari mengajak para penonton yang terdiri oleh warga Afrika Selatan, kalangan diplomatik, pejabat setempat, "Friends of Indonesia" serta para alumni Dharmasiswa dan BSBI asal Afrika Selatan, untuk menari bersama di atas panggung. Penampilan tim seni asal Indonesia yang diliput oleh berbagai media cetak dan televisi local telah mendapatkan sambutan yang sangat meriah. Disela-sela penampilan kesenian Indonesia, KBRI Pretoria juga menampilkan pameran batik dan produk-produk Indonesia lainnya, serta memutarkan film promosi pariwisata di State Theater. Sebelum kembali ke Indonesia pada tanggal 1 September 2010, Tim ISI Surakarta juga tampil di mal termodern di Afrika Selatan yang terletak di Gateway pada tanggal 29-30 Agustus 2010.