Parlemen Afrika Selatan dan DPR RI sepakat bekerjasama lebih erat untuk memajukan Kepramukaan kedua negara

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Komisi X DPR RI yang merupakan salah satu alat DPR RI yang membidangi pendidikan, kebudayaan dan pariwisata, pemuda dan olahraga dan perpustakaan yang dalam fungsi legislatifnya berinisiatif untuk mengajukan rancangan undang-undang telah mengirimkan Panja RUU Kepramukaan Komisi X DPR RI yang diketuai oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI ke Afrika Selatan pada tanggal 15 – 19 September 2010 dalam rangka mencari masukan terhadap RUU tentang Kepramukaan. Dalam kunjungan kerja Panja RUU Kepramukaan tersebut, Panja telah berhasil meyepakati untuk bekerjasama lebih erat dengan Parlemen Afrika Selatan untuk saling memajukan kegiatan Kepramukaan di kedua negara. Kunjungan Panja RUU Kepramukaan kerja ke Afrika Selatan tersebut beranggotakan sembilan orang anggota Komisi X DPR RI yang disertai oleh wakil Pemerintah dari Kemenpora, Kwarnas Pramuka serta Tenaga Ahli Komisi X DPR RI. Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Panja telah melakukan pertemuan dengan Portfolio Committees on Sport, Recreation and Women dan Portfolio Committee on Children, Youth and Disabled Persons sebagai dua Komite Parlemen Afrika Selatan yang menangani langsung kegiatan Kepramukaan di Afrika Selatan. Panja RUU Kepramukaan juga telah melakukan pertemuan dengan wakil dari South African Scouts Association yang berbasis di Cape Town, salah satunya Mr. Garnet de la Hunt yang merupakan mantan Chairman World Scout Committee. Selain bertemu dengan counterpart-nya di Afrika Selatan, Panja RUU Kepramukaan juga telah melakukan peninjauan langsung ke tempat-tempat berlangsungnya kegiatan pramuka di Afrika Selatan seperti Bumi Perkemahan di Groenkloof Nature Resort di Pretoria, Fountains Valley Youth Camp, serta First Pinelands Scout Hall di Cape Town, dimana kegiatan inisiasi anggota baru Pramuka sedang berlangsung. Kunjungan tersebut dirasakan sangat bermanfaat, mengingat masukan-masukan yang telah diperoleh dari pihak-pihak Afrika Selatan serta peninjauan langsung ke lapangan telah memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kegiatan kepramukaan di Afrika Selatan yang diharapkan dapat menjadi best practices yang bisa diterapkan oleh kepramukaan Indonesia.