"Lombok akan menjadi destinasi pariwisata baru wisatawan dari Afrika Selatan"

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Untuk pertama kalinya Outbound Tour Operator Afrika Selatan bersepakat dengan mitra Indonesianya untuk membuat paket-paket wisata ke Lombok atau gabungan Bali dan Lombok, ini sebagai hasil kunjungan pengenalan di Lombok oleh Famtrip dari Afrika Selatan tahap I. Dalam kaitan ini para tour operator akan membuat paket-paket wisata yang baru seperti “Paket  4 hari di Bali – 3 hari di Lombok”, tutur Stacy-Lee Stewart, seorang Marketing Coordinator dari Club Travel asal Afrika Selatan yang mengikuti Famtrip ke Bali dan Lombok tersebut. Selanjutnya, peserta Famtrip lainnya, Carla Joao, Supervisor for the East Department dari Travel Vision, menyampaikan bahwa “Famtrip ke Indonesia ini sangat jauh berbeda dengan Famtrip-famtrip ke destinasi pariwisata lainnya yang pernah diikutinya. Banyak hal baru yang telah kita dapatkan, terutama product knowledge yang baru.”

Apa yang disimpulkan di atas merupakan hasil Business Gathering tanggal 29 September 2010 di Hotel Sheraton Lombok. Acara Business Gathering, yang dilaksanakan di atas merupakan salah satu acara dalam serangkaian kegiatan Famtrip yang dilaksanakan pada tanggal 26 September – 1 Oktober 2010 dengan tujuan Bali dan Lombok, yang diikuti oleh 10 Outbound Tour Operator  dan seorang Travel Journalist asal Afrika Selatan. Acara yang dimotori oleh KBRI Pretoria tersebut berhasil mempertemukan rombongan asal Afrika Selatan dengan industri pariwisata Indonesia guna mencari peluang lain pasar wisata Indonesia untuk wisatawan Afrika Selatan yang selama ini sama sekali belum mengenal Lombok. Setelah melakukan site inspection ke beberapa hotel di Lombok,  seperti Hotel Sheraton, Santosa, Senggigi Beach, Jayakarta serta mendengarkan presentasi mengenai potensi pariwisata Lombok antara lain dari Kadisda Budpar, tour operator  dan pihak hotel lokal, para peserta berkeyakinan bahwa Lombok akan menjadi destinasi wisata yang diminati oleh wisatawan asal Afrika Selatan. Pada presentasi Duta Besar  yang disampaikan oleh Staf KBRI Pretoria, ditekankan bahwa para tour operator  dan travel agent  yang turut dalam Famtrip memiliki peran penting dalam memasarkan potensi wisata Indonesia, mengingat 76% outbound traveler  asal Afrika Selatan menggunakan jasa-jasa "anda” (tour dan travel agent) sebelum melakukan perjalanan wisata, ditambahkan pula, bahwa Indonesia adalah Indonesia yang memiliki banyak kelebihan di sektor destinasi wisata dibanding dengan yang lainnya.

Pada hari sebelumnya, tanggal 28 September 2010, para peserta Famtrip juga telah melakukan site inspection  ke delapan hotel di Bali dan juga melakukan Business Gathering  dengan kalangan industri wisata di Bali. Wakil dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata serta Kantor Dinas Pariwisata Bali juga turut memberikan sambutan dan presentasi mengenai potensi pariwisata Indonesia dan Bali pada khususnya. Selain pertemuan dengan kalangan industri pariwisata setempat, rombongan Famtrip juga mengunjungi lokasi-lokasi lain terkait dengan pariwisata baik di Bali maupun Lombok.