Kiprah Designer Indonesia di Afrika Selatan


Dalam rangka lebih mempromosikan kreativitas dan budaya Indonesia di Afrika Selatan, KBRI Pretora telah mengundang dua orang designer Indonesia untuk berpameran dan melaksanakan fashion show pada pameran Apparel, Textile and Footwear (ATF) Trade Exhibition pada tanggal 20-22 November 2018 di Cape Town International Convention Centre (CTICC) Afrika Selatan.

ATF Trade Exhibition 2018 merupakan pameran sourcing terbesar dan satu-satunya yang secara spesifik mempromosikan produk pakaian, tekstil dan produk tekstil serta alas kaki tersebut di Afrika Selatan. ATF Trade Exhibition 2018 yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut bertujuan mempertemukan produsen barang, distributor, peritel independen, agen, pembeli, dan penyedia jasa dalam satu tempat. Selama tiga hari penyelenggaraan, ATF Trade Exhibition 2018 diikuti oleh dua ratus peserta pameran dan dihadiri oleh lebih dari dua ribu lima ratus pengunjung.

Adapun designer yang diundang KBRI adalah Eko Tjandra dan Harry Ibrahim. Melalui karya-karyanya yang dibuat dari batik, songket atau tenun, kedua designer ini dipandang telah dapat mewakili Indonesia. Fashion show yang diselenggarakan oleh panitia ATF pada tanggal 21 November 2018 diikuti oleh para designer dan pengusaha Indonesia pada pukul 09.40 dan 12.45. Eko Tjandra dalam koleksinya yang berjudul Puspa Jati menampilkan busana pret a porter (pakaian jadi) dan semi couture dengan bahan dasar batik. Pada fashion show pukul 12.45 koleksi gaun malam karya Eko Tjandra bertajuk Swarna Ning Bhumi, hadir memukau para pengunjung dengan warna-warna yang vibrant dan hiasan pada gaun yang sangat detil. Sedangkan Harry Ibrahim, dengan karyanya yang diberi judul Strength and Grace menampilkan tenun Troso yaitu tenun motif NTT pada rancangan gaun malam dan semi couture. Kedua designer secara khusus mempersiapkan gaun-gaun rancangannya untuk ditampilkan di Afrika Selatan. Pengusaha garment Indonesia yaitu Apikmen dan Tatty and Co juga menampilkan jas dan kemeja batik pria dalam fashion show tersebut.

Untuk lebih mengoptimalkan kehadiran para designer di Afrika Selatan, KBRI Pretoria dan KJRI Cape Town bekerja sama menyelenggarakan fashion show pada sore harinya di Wisma Konsul Jenderal RI Cape Town. KJRI Cape Town telah mengundang berbagai kalangan seperti International Womens Club, Consular Corps, vloggers dan komunitas pengamat fashion dan mode  di Cape town. Selain itu para undangan diberikan kesempatan untuk memenangkan doorprize bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan mengenai Indonesia dengan benar. KJRI Cape Town juga menyediakan tempat dan waktu khusus bagi para pengusaha dan designer Indonesia untuk menjual barang-barangnya setelah fashion show. 

Konsul Jenderal RI Cape Town Bapak Krishna Adi Poetranto dalam sambutannya menyatakan bahwa fashion show yang diselenggarakan di wisma Konjen RI Cape Town tersebut bertujuan mempromosikan kebudayaan Indonesia yang kaya terutama batik yang bahkan telah menjadi ciri khas founding fathers Afrika Selatan Nelson Mandela. Selain itu fashion show bertujuan untuk menunjukan dan kreativitas para designer Indonesia dapat disejajarkan dengan dengan karya-karya para fashion designer dunia. Dalam kesempatan terpisah Duta Besar RI untuk Afrika Selatan Bapak Salman Al Farisi menyampaikan apresiasi atas keseriusan para designer untuk mengusung nama Indonesia di Afrika Selatan. ​