Indonesia dan Afrika Selatan menegaskan kembali tekad dan komitmen untuk terus meningkatkan kerjasama bilateral di berbagai bidang

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam Review Meeting antara delegasi Departemen Hubungan dan Kerjasama Internasional Afrika Selatan (DIRCO) dengan Kementerian Luar Negeri RI pada tanggal 17 September 2010 di Tshwane, Afrika Selatan, kedua delegasi menegaskan kembali tekad dan komitmen Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Afrika Selatan untuk terus meningkatkan kerjasama bilateral di berbagai bidang. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk membahas perkembangan dan tindak lanjut kerjasama bilateral RI-Afrika Selatan di berbagai bidang sejak penyelenggaran Sidang Pertama Komisi bersama RI-Afrika Selatan pada bulan Februari 2008 di Batam, Indonesia. Dalam pertemuan itu, Delegasi RI diketuai oleh Duta Besar RI Pretoria, Sjahril Sabaruddin, sedangkan delegasi Afrika Selatan diketuai oleh Ambassador CA Basson, Chief Director of Central and East Asia, Branch Asia and Middle East, DIRCO. Dari 18 (delapan belas) bidang kerjasama yang dibahas dalam Sidang Pertama Komisi Bersama RI-Afrika Selatan pada tahun 2008 di Batam, Indonesia, pertemuan mencatat sejumlah kerjasama antara kedua negara yang telah mengalami perkembangan nyata, seperti kerjasama di bidang pertahanan, kerjasama teknik, kerjasama pendidikan, kesehatan, iptek dan kebudayaan. Di bidang pertahanan dan keamanan, perkembangan terlihat antara lain dengan telah ditandatanganinya MoU kerjasama pertahanan RI-Afrika Selatan pada bulan Maret 2008 dan serangkaian kunjungan timbal balik pejabat kedua negara untuk merealisasikan kerjasama pertahanan, termasuk dalam pengadaan peralatan militer Indonesia dari Afrika Selatan serta tawaran program Kursus Lemhanas kepada Afrika Selatan untuk program tahun 2011. Untuk kerjasama teknik, Indonesia telah menawarkan berbagai bentuk kerjasama teknik dalam kerangka kerjasama negara berkembang. Partisipasi Afrika Selatan pada program pelatihan dan kerjasama teknik Indonesia juga mengalami peningkatan. Di bidang pendidikan, jumlah peserta Afrika Selatan dalam program beasiswa Dharmasiswa dan Bea Siswa Seni Budaya yang ditawarkan Pemerintah Indonesia menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun. Afrika Selatan juga menyambut baik tawaran program pelatihan bagi diplomat Afrika Selatan untuk berpartisipasi pada program Promotion of Indonesian Language for Foreign Diplomat serta program International Diplomatic Training for Mid-career Diplomat untuk tahun 2011. Dalam bidang kesehatan, Afrika Selatan telah sepakat untuk memberikan informasi mengenai potensi dan peluang kerjasama di bidang kesehatan antara kedua negara. Kedua negara juga menekankan pentingnya pembentukan MoU kerjasama kesehatan antara kedua negara. Perkembangan penting juga tercatat dalam kerjasama di bidang Ilmu pengetahuan dan teknologi antara kedua negara, yakni dengan telah diselenggarakannya Pertemuan Joint Working Committe (JWC) pada Mei 2008 di Jakarta yang menyepakati pengembangan kerjasama di bidang riset dan teknologi. Kedua negara juga telah menandatangani MoU on Development of Science and Technologi for Health pada Juni 2009. Dalam kerangka kerjasama ilmu pengetahuan dan teknologi, Afrika Selatan juga menyambut baik keinginan Indonesia untuk meningkatkan kerjasama di bidang nuklir mengingat potensi besar yang dimiliki Afrika Selatan dalam bidang nuklir. Bidang kerjasama lainnya yang juga mencatat perkembangan adalah bidang kebudayaan, dengan telah ditandatanganinya MoU Kerjasama Kebudayaan pada bulan Maret 2008. Disamping itu, kedua negara juga telah sepakat untuk menyelesaikan pembahasan Protocol to the MoU on Cultural Cooperation concering the Promotion and Protection of Traditional Knowledge and Traditional Cultural Expression. Selain membahas kerjasama yang sudah mengalami kemajuan nyata, pertemuan juga mencatat bberapa bidang kerjasama yang belum mengalami perkembangan, yakni kerjasama bidang perikanan dan kelautan; perhubungan, kerjasama antar KADIN kedua negara, Economic Free Zone, dan kerjasama investasi. Dalam kaitan ini, disepakati untuk terus mendorong ke arah terealisasinya kerjasama yang telah disepakati. Selain membahas perkembangan kerjasama bilateral sejak Sidang Pertama Komisi Bersama antara kedua negara, kedua delegasi juga bertukar pandangan mengenai berbagai isu regional dan internasional yang menjadi perhatian dan kepentingan bersama. Pretoria, 17 September 2010