Hujan tidak menghalangi maraknya penyelenggaraan Resepsi Peringatan HUT RI ke – 65 di Pretoria

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 7 Oktober 2010, KBRI Pretoria telah mengadakan Resepsi Peringatan HUT RI ke – 65 yang diselenggarakan di Wisma Duta di Pretoria, Afrika Selatan. Hujan deras yang mengguyur kota Pretoria pada saat berlangsungnya acara tersebut, tidak mengurangi semangat sekitar 400 undangan yang hadir pada acara Resepsi yang terdiri dari Pejabat Pemerintahan Afrika Selatan, kalangan Diplomatik dan Militer, kelompok Friends of Indonesia, serta mitra-mitra KBRI Pretoria dari kalangan pengusaha, industri pariwisata, sektor pendidikan dan lainnya yang hadir dari berbagai kota di Afrika Selatan.

 

Dalam sambutan singkatnya Duta Besar RI Sjahril Sabaruddin antara lain menyampaikan bahwa walaupun Indonesia baru merdeka selama 65 tahun, hubungan antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat Afrika Selatan telah erat terjalin lebih dari 350 tahun yang lalu dengan kedatangan nenek moyang Indonesia di ujung selatan benua Afrika. Hubungan bilateral yang erat antar kedua negara juga telah ditandai dengan berbagai kunjungan tingkat tinggi termasuk Presiden, Wakil Presiden, anggota parlemen, Pejabat tinggi Angkatan Bersenjata, serta pejabat tinggi lainnya kedua negara. Hubungan tersebut telah diperkuat dengan Joint Declaration on Strategic Partnership  yang ditandatangani pada tahun 2008 oleh kedua Presiden.

 

Dalam sambutan balasannya, Chief Director untuk Central and East Asia, Economic Affairs & Regional Organisations, Department of International Relations and Cooperation, Afrika Selatan, Ambassador C.A. Basson menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peran yang penting dalam sejarah Afrika Selatan, antara lain dalam perkembangan bahasa “Afrikaans” dan dalam perjuangan kemerdekaan Afrika Selatan dari rezim Apartheid. Saat ini volume perdagangan antara Indonesia dan Afrika Selatan telah mencapai lebih dari 9 Milyar Rand (USD 1 Milyar), dan harapan kedepan untuk meningkatkan angka tersebut sangat cerah mengingat potensi yang dimiliki oleh kedua negara.

 

            Selesai acara toast setelah sambutan-sambutan diatas, hadirin disuguhi oleh berbagai aneka macam masakan Indonesia diiringi dengan musik dan penampilan tarian Indonesia. Bahkan, salah satu tarian Indonesia yang dipentaskan, ditampilkan oleh warga Afrika Selatan yang pernah mengikuti Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia yang belajar seni tari di Bali. Di sela acara resepsi, KBRI Pretoria juga menampilkan pameran Batik dengan peragaan demonstrasi pembuatan batik tersebut.