Free State Province Di Afrika Selatan ingin Kerjasana dengan Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 4 Oktober 2010, Duta Besar RI untuk Afrika Selatan, Sjahril Sabaruddin melakukan kunjungan kerja ke Bloemfontein, yaitu ibukota Free State Province yang terletak di jantung wilayah Afrika Selatan. Selain dalam rangka melakukan courtesy call dengan Premier of Free State Province, Mr. Ace Magashule, kunjungan juga dimanfaatkan untuk menjajagi peluang dan potensi ekonomi dan bisnis di wilayah Free State yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan bagi kepentingan kemajuan kerjasama ekonomi dan perdagangan RI – Afrika Selatan; karena itu, Duta Besar RI juga mengadakan serangkaian pertemuan dengan Presiden Free State Development Corporation (FDC), Menteri Pembangunan Ekonomi, Pariwisata dan Lingkungan Hidup, pejabat tinggi dari Ministry of Transportation, Presiden Bloemfontein Chamber of Commerce and Industry (BCCI), dan sejumlah kalangan pengusaha setempat.

 

Pada pembicaraan dengan Premier, telah disinggung perlunya kedua negara untuk menindaklanjuti The Joint Declaration on Strategic Partnership RI – Afsel yang ditandatangani pada bulan Maret 2008 melalui kerjasama di berbagai sektor yang menjadi kepentingan bersama. Bahkan Premier berkeinginan untuk berkunjung ke Indonesia untuk menggali potensi kedua negara demi kemaslahatan dua bangsa.  Dalam pertemuan dengan pejabat-pejabat dari Free State Provicial Government (FSPG) yang dihadiri kamar dagang setempat, antara lain telah disinggung mengenai keinginan pihak FSPG untuk mengupayakan kerjasama bisnis dengan Indonesia di bidang-bidang, tyre manufacturing, pharmaceutical, food  processing, electronic appliances, pembangunan jalan raya, manajemen dry port, manajemen pariwisata, micro-finance bagi UMKM, center of excellence for health, dan pengadaan alat transportasi kereta api.

 

Selain itu, Dubes antara lain menyampaikan bahwa dengan Afrika Selatan perlu ditingkatkan kerjasama teknik yang secara khusus diarahkan bagi pengembangan teknologi terapan untuk produksi industri dan produksi barang-barang konsumen, dan kerjasama saling tukar pengalaman mengenai skema pembiayaan usaha skala mikro, kecil dan menengah, demikian pula kerjasama di bidang teknologi alusista. Kerjasama ini dapat dilaksanakan, baik dalam kerangka bilateral maupun multilateral (melalui wadah kerjasama teknik antar negara berkembang) dan atau melalui dukungan pihak ketiga.

 

Dubes menyatakan akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait di Indonesia guna tindak lanjut dari pembicaraan Dubes dengan pihak FSPG dan juga dengan Premier Free State. Duta Besar juga mengharapkan agar Duta Besar Afrika Selatan di Jakarta dilibatkan guna membantu upaya tindak lanjutnya.