Swaziland

bendera swasiland.jpg

 A.    Kondisi Umum

  • Nama Resmi Negara                              :           Kerajaan Swaziland
  • Kepala Negara                                       :           Raja Mswati III (25 April 1986)
  • Kepala Pemerintahan                             :           Perdana Menteri Dr. Barnabas Sibusiso Dlamini  (23 Oktober 2008)
  • Menteri Luar Negeri                              :           Hon. Chief Mgwagwa Gamedz (4 November 2013)
  • Duta Besar Indonesia
  • merangkap Botswana berkedudukan
  • di Afrika Selatan                                    :           Salman Al Farisi (2 Mei 2018)
  • Duta Besar Botswana merangkap
  • Indonesia berkedudukan
  • di Kuala Lumpur                                    :           Y.M. Mr. Mlondi Solomon Dlamini
  • Konsul Kehormatan RI                           :           Kareem Ashraff (2003)
  • Luas Wilayah                                         :           17.364 km2
  • Populasi                                                :           1,34 juta jiwa(world bank 2016)
  • Pertumbuhan Ekonomi                         :           -0,6%(world bank 2016)
  • GDP                                                      :           USD 3,72 miliar (world bank 2016)
  • Hubungan diplomatik                           :           4 November 1993
  • Ekspor utama RI                                    :           Produk besi dan baja, Kelapa Sawit, Tekstil, Produk Kimia Organik,
  • Total Perdagangan                                :           USD 659,6 ribu (Kemdag 2017)
  •  Hubungan Diplomatik                          :           4 November 1993
  1. Kerajaan Swaziland saat ini dipimpin oleh Raja Mswati III yang naik tahta sejak 25 April 1986. Sepanjang awal tahun 90–an Swaziland dilanda aksi kerusuhan yang dilakukan oleh kelompok prodemokrasi yang menginginkan diberlakukannya sistern multipartai hingga akhirnya berhasil mewujudkan pemilu tahun 1993. Konstitusi tahun 2006 yang diberlakukan hingga kini sebagai tanggapan atas tuntutan kalangan prodemokrasi dianggap belum menunjukkan kesungguhan King Mswati III untuk mereformasi kehidupan politik dan demokrasi di Swaziland.
  2. Raja Mswati III mengumumkan perubahan nama negara Swaziland menjadi eSwatini dalam perayaan Hari Kemerdekaan ke-50 dan hari ulang tahunnya ke-50. Swatini berarti “tempat rakyat Swazi" dalam bahasa Swazi untuk negara kecil yang dikelilingi daratan antara Afrika Selatan dan Mozambik. Nama eSwatini merupakan nama asli negara tersebut sebelum dijajah.
  3. Swaziland tetap berada pada ranking terbawah dalam bidang kepemerintahan. Indeks Persepsi Korupsi Swaziland menurut Transparency International berada pada peringkat 170 dari 174 negara pada tahun 2013. Akses masyarakat terhadap keadilan hukum masih terbatas.
  4. Dalam hubungan luar negerinya, Swaziland lebih mengedepankan sikap netral. Namun hubungannya dengan Blok Barat, khususnya Inggris sangat erat
  5. Swaziland aktif menjadi anggota beberapa organisasi regional Afrika seperti: Uni Afrika, Common Market for Eastern and Southern Africa (COMESA), dan Southern African Development Community (SADC).

B.    Capaian Hubungan Bilateral

  1. Hubungan diplomatik Indonesia – Swaziland secara resmi dibuka pada 12 April 1991. KBRI Harare di Zimbabwe, yang dibuka pada bulan Desember 1986 pada awalnya merangkap Swaziland. Kemudian melalui SK Menlu Swaziland diputuskan menjadi rangkapan KBRI Pretoria. Sementara itu, Pemerintah Swaziland mengakreditasikan Indonesia ke dalam rangkapan High Commission (Kedutaan Besar) Swaziland di Kuala Lumpur. Indonesia telah mengangkat Konsul Kehormatan di Swaziland (Mr. Kareem Ashraff) sejak tahun 2003 berkedudukan di Mbabane, Swaziland.
  2. Kedua negara secara politik memiliki hubungan yang baik dan erat, antara lain ditandai dengan kunjungan Raja Mswati III ke Indonesia pada tahun 2002, 2003, 2007, 2008, dan terakhir pada 2015 dalam kesempatan Peringatan Konferensi Asia-Afrika ke-60.
  3. MoU Pembentukan Sidang Komisi Bersama (SKB) RI-Swaziland telah ditandatangani pada Maret 2003. SKB ke-2 RI – Swaziland diselenggarakan di Jakarta pada 14 - 15 November 2008, yang menyepakati untuk mendorong berbagai kerja sama antara lain: perdagangan, kerja sama teknik, kerja sama kebudayaan, pertanian, dan UKM.
  4. Hubungan Indonesia – Swaziland di bidang ekonomi dan perdagangan masih belum banyak dilakukan. Hal ini disebabkan karena banyak komoditas Swaziland yang sama dengan Indonesia. Swaziland juga lebih banyak berhubungan dengan negara-negara Afrika khususnya Afrika Selatan. Pada Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-2 RI – Swaziland bulan November 2008, Konsul Kehormatan RI untuk Swaziland menginformasikan bahwa banyak produk-produk asal Indonesia khususnya furniture, garmen, dan batik diekspor langsung ke Swaziland.
  5. Pemerintah Indonesia telah memberikan pelatihan capacity building di bidang good governance kepada 1 (satu) peserta asal Swaziland pada tahun 2012.