Puluhan Pengusaha Kamboja Kunjungi Jawa Barat dan TÊI 2018

KBRI Phnom Penh telah membawa serta 33 (tiga puluh tiga) pengusaha/potential buyers dari Kamboja pada Trade Expo Indonesia (TEI) (24-28 Oktober 2018), serta melakukan kunjungan dan pertemuan bisnis ke Provinsi Jawa Barat untuk pengenalan potensi produk dan industri yang dapat membuka wawasan para pengusaha Kamboja akan keberagaman produk-produk Indonesia (22-23 Oktober 2018).

'Kami mengapresiasi upaya KBRI Phnom Penh yang telah memilih Jawa Barat sebagai tujuan delegasi bisnis Kamboja', ujar Gubernur Ridwan Kamil pada saat  menerima para pengusaha Kamboja dalam Jamuan Makan Malam (22/10). 'Jawa Barat siap bermitra dengan Kamboja di berbagai sektor seperti pariwisata, pertanian, perkebunan, perikanan, tekstil, dan industri strategis', lanjut Gubernur.

'Jawa Barat turut berperan bagi proses perdamaian dan inspirasi pembangunan Kamboja khususnya dalam KAA di Bandung, Jakarta Informal Meeting (JIM 1 & 2) di Bogor. Untuk itu, dengan me-refresh kembali peran Indonesia bagi perdamaian dan pembangunan Kamboja diharapkan sebagai pemacu semangat bagi kedua belah pihak untuk meningkatkan kerja sama khususnya di bidang ekonomi' ucap Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng dalam acara yang dihadiri pula oleh asosiasi organisasi pelaku usaha yang tergabung dalam KADINDA dan HIPMI Jawa Barat tersebut.

Sementara itu, Duta Besar Kerajaan Kamboja untuk Indonesia, Hor Nambora yang turut hadir menginginkan kerja sama RI-Kamboja dapat terus ditingkatkan terutama dengan harapan agar penerbangan langsung kedua negara dapat direalisasikan sesegera mungkin. Pemprov Jabar juga memfasilitasi business matching dengan para pengusaha Kamboja (23/10). Selama di Bandung, pengusaha Kamboja juga berkesempatan berkunjung ke Museum Gedung Sate dan Museum Konferensi Asia Afrika (KAA).

Pada 24 Oktober 2018,  delegasi Kamboja bersama Dubes RI bertolak ke Tanggerang untuk mengikuti TEI 2018. Menurut catatan KBRI berdasarkan laporan dari para pengusaha Kamboja yang berpartisipasi, kunjungan pengusaha kamboja ke Jawa Barat dan TEI selama 4 hari berhasil bukukan potensi transaksi hampir USD 1 juta untuk produk-produk seperti farmasi, kasur, sepatu, F&B, kosmetik, bahan laundry, suku cadang kendaraan bermotor dan bahan konstruksi.

​​​Di sela-sela TEI, Dubes Sudirman Haseng juga melakukan serangkaian pertemuan untuk mempersiapkan berbagai kegiatan dalam rangka perayaan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia – Kamboja yang akan diselenggarakan sepanjang tahun 2019 dengan Kementerian/Lembaga terkait seperti Menteri Pariwisata dan Sekjen Kementerian Pertahanan serta menindaklanjuti rencana pembukaan penerbangan langsung kedua negara dengan sejumlah maskapai penerbangan di Indonesia. (KBRI Phnom Penh)