Gencarnya Promosi Pariwisata Indonesia di Kamboja

Kementerian Pariwisata RI bekerja sama dengan KBRI Phnom Penh dan Cambodia Association of Travel Agents (CATA) telah menyelenggarakan Indonesia Tourism Table Top (ITTT) 7 Destinasi (1/10) di Hotel Sofitel Phnom Penh dengan peserta 32 orang dari travel agents dan jurnalis Kamboja. ITTT juga dilaksanakan di Sokha Siem Reap Hotel and Convention Center (3/10) dengan 27 peserta dari travel agents dan perusahaan penerbangan Kamboja. ITTT dibuka oleh Heri Hermawan, Wakil Direktur Promosi untuk Wilayah Indochina (Kamboja, Myanmar, Laos dan Vietnam) Kemenpar RI serta menghadirkan 2 narasumber  Djoni Sofyan Iskandar, Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Jawa Barat dan Dewa Putu Oka Prasiasa dari Bali International Institute of Tourism. 

Selain itu, telah dilaksanakan pula Sales Mission Indonesia 10 Branding Destination in Cambodia di Raffles Hotel Le Royal (12/10). Sales Mission  dibuka oleh Masruroh, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I, Kemenpar RI yang mengharapkan melalui Sales Mission ini, pelaku wisata di Kamboja dapat lebih mengenal destinasi wisata Indonesia serta dapat berkolaborasi dengan pelaku wisata dari Indonesia untuk membuat paket-paket wisata baru yang menarik ke Indonesia. Sales Mission juga dihadiri oleh Wakil Direktur Jenderal Kementerian Pariwisata Kamboja, Hul Seila; Presiden CATA, Chhay Sivlin; 40 agen perjalanan outbound Kamboja; serta 8 Seller dari Indonesia yang terdiri dari Chacha Tour & Travel (Yogyakarta); Bali Dream (Bali beyond); Absolute Indonesia DMC (Bali beyond); Bali Flores Adventure (Bali beyond); Bhara Tours (Jawa Barat); Grand Keisha by Horison Hotel Jogja (Yogyakarta), Lisa Tour (Yogyakarta), dan Ata Destinasi Asia (Yogyakarta). 

‘Saya mengharapkan kegiatan penguatan jejaring antar para pelaku wisata Indonesia dan Kamboja dapat dilaksanakan secara berkesinambungan guna mendorong industri pariwisata Kamboja untuk dapat lebih mengenal, mempelajari dan mengeksplorasi berbagai produk pariwisata dan paket liburan Indonesia’ ucap Dubes RI untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng pada saat Networking Dinner. ‘Pembuatan paket liburan dan wisata bersama seperti paket wisata Borobudur dan Angkor Wat perlu dijajaki dan ditindaklanjuti’ tambah Dubes RI.

“Indonesia senantiasa mempromosikan pariwisatanya di Kamboja sehingga terdapat peningkatan jumlah kunjungan wisatawan kedua negara dari tahun ke tahun. Namun demikian, hal ini dapat lebih ditingkatkan apabila terdapat penerbangan langsung kedua negara yang diharapkan dapat segera terwujud’’ ungkap Presiden CATA.

Kegiatan ITTT dan Sales Mission bersifat B to B (business to business) yang mempertemukan industri pariwisata Indonesia selaku sellers dengan agen perjalanan dan wisata Kamboja selaku buyers. Menurut Kemenpar RI, ketiga kegiatan ITTT dan Sales Mission di Kamboja dimaksud menghasilkan potensi transaksi 1.328 pax senilai US $838.307.

Bukan hanya itu, Indonesia juga telah berpartisipasi dalam Cambodia Travel Mart 2018 di Koh Pich Exhibition Conference, Phnom Penh pada tanggal 11-13 Oktober 2018 dalam rangka meningkatkan promosi pariwisata Indonesia dan penetrasi pasar di Kamboja. Partisipasi ini dapat terwujud atas kerja sama KBRI Phnom Penh dengan salah satu pengusaha WNI di Kamboja, atas nama Rudyanto Widjaja (selaku sponsor) yang sangat memperhatikan pentingnya promosi pariwisata Indonesia di Kamboja melalui CTM 2018. Melalui koordinasi dengan KBRI Phnom Penh, Kemenpar RI mendukung bahan promosi dan membantu pemilihan peserta CTM dari anggota Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) yaitu Lisa Tour dan Ata Destinasi Asia untuk mempromosikan paket-paket wisata Bali and Beyond. Selama 3 hari CTM berlangsung, kedua pelaku pariwisata Indonesia tersebut melakukan pertemuan dengan 29 calon buyers Kamboja dan asing dengan potensi transaksi senilai USD 182.000.

Kamboja, dengan jumlah penduduk lebih dari 16 juta jiwa, saat ini sedang mengalami perkembangan pesat di bidang ekonomi dan sosial. Sejak beberapa tahun terakhir Kamboja berhasil mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi pada angka 7%. Bank Dunia mencatat jumlah golongan menengah Kamboja adalah sekitar 20% dan golongan menengah ke atas berjumlah sekitar 3% dari jumlah total penduduk. Menurut Kementerian Pariwisata Kamboja, jumlah outbound turis Kamboja pada 2017 mencapai 1.75 juta, atau meningkat 22.2% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2017, jumlah turis Indonesia yang berkunjung ke Kamboja mencapai 49.878 orang atau meningkat 2.2% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, jumlah wisatawan Kamboja yang berkunjung ke Indonesia pada tahun yang sama mencapai 6.053 atau meningkat 10.8% dibandingkan tahun 2016. (KBRI Phnom Penh)