MENLU RETNO BLUSUKAN KE PABRIK PLEXUS DAN TEMU MASYARAKAT DI KJRI PENANG


KJRI Penang Terus Tingkatkan Pelayanan dan Perlindungan WNI Melalui Berbagai Inovasi.

 

Bayan Lepas - Setelah berkunjung ke Ladang Sawit, Menlu Retno melanjutkan blusukannya ke ke pabrik elektronik Plexus Manufacturing Sd. Bhd. dimana terdapat lebih dari 2000 orang TKI bekerja di pabrik ini. Jumlah ini merupakan jumlah terbesar pekerja pabrik yang sebagian besar didominasi oleh pekerja wanita. Kunjungan ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan dari pemerintah Indonesia kepada pihak perusahaan yang dinilai paling kooperatif dan memiliki kerja sama yang baik dalam menyelesaikan masalah-masalah dan memfasilitasi keperluan TKI. Kerja sama tersebut telah memberi bobot pada upaya perlindungan TKI di wilayah kerja KJRI Penang. Kegiatan kunjungan di pabrik diakhiri dengan ramah tamah dan makan siang bersama TKI di kantin Pabrik Plexus.

Setelah kunjungannya ke ladang dan Pabrik, Menlu meninjau shelter dan pelayanan keimigrasian serta kekonsuleran di KJRI Penang. Kunjungan pada hari tersebut diakhiri dengan temu masyarakat yang dihadiri oleh sekitar 200 orang dari berbagai paguyuban/kelompok masyarakat di wilayah kerja KJRI Penang yang mencakup Penang, Kedah dan Perlis. Dalam pertemuan yang diselenggarakan di Aula KJRI Penang tersebut, Menlu meresmikan peluncuran File Tracking System (Pemantauan Pembuatan Paspor Secara Online) dan Cashless Policy dalam pembayaran Dokumen/Jasa pelayanan Kekonsuleran dan Keimigrasian.

Seperti diketahui, sejak tanggal 22 Desember 2014, KJRI Penang telah melaksanakan pelayanan paspor RI menggunakan SIMKIM (Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian) yang terhubung secara online dengan database Jakarta dimana data pemohon paspor akan terintegrasi dengan data di PUSDAKIM dan tingkat keamanan (sekuritas) lebih terjamin. Menggunakan SIMKIM proses penerbitan paspor RI baru dapat diselesaikan dalam waktu 3 hari.

Namun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala seperti apabila terdapat kerusakan sistem atau alat cetak akan mengakibatkan proses penyelesaian paspor menjadi lebih lama. Berdasarkan pengalaman yang terjadi dilapangan, KJRI Penang membuat website tracking system passport yang dapat diakses oleh masyarakat Indonesia di wilayah KJRI Penang (Penang, Kedah, P.erlis). Website tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia yang berada di wilayah kerja KJRI Penang untuk mengetahui sampai sejauh mana proses paspor mereka telah berjalan. Alamat website dicantumkan pada kwitansi pembayaran paspor RI dan dapat diakses oleh WNI di wilayah kerja KJRI Penang melalui laptop, komputer ataupun HP android yang dapat mengakses internet. Website tersebut membantu pemohon yang berada jauh dari KJRI Penang untuk mengetahui apakah paspor RI mereka sudah selesai dan sudah dapat diambil.      

Sementara itu, pembayaran jasa kekonsuleran/keimigrasisian yang saat ini pembayarannya masih dilakukan secara langsung ke loket pembayaran (cashier), mulai Bulan Juli akan dilakukan melalui Bank Mandiri. Hal ini diupayakan oleh KJRI Penang dalam rangka efisiensi, efektifitas, keamanan, transparansi, akuntabilitas serta menghindari kemungkinan hal-hal yg tidak diinginkan. Cashless Policy ini baru bisa diterapkan mulai Bulan Juli, karena saat ini pelayanan Bank Mandiri masih terbatas pada pengiriman uang saja. Diupayakan mulai Bulan Juli Bank Mandiri sudah diperbolehkan memberikan jasa lainnya sebagaimana bank lainnya. Alasan pemilihan Bank Mandiri, karena merupakan bank milik negara sehingga keuntungan akan kembali ke negara kita.

 

Kontributor: Pensosbud KJRI Penang.