KETIKA PEKERJA MENJADI PELAJAR BERBUDAYA

Seberapa sering kita mendengar kisah pilu tenaga kerja kita di luar negeri.

Tahukah anda, ternyata saudara-saudara kita yang menjadi TKI di Negeri Jiran juga memiliki perjuangan yang menginspirasi.

 

Lulusan SMA kita sangat diminati sektor formal Malaysia khususnya pabrik.

Selain lebih aman, sektor ini juga memberikan upah dan fasilitas yang jauh lebih baik dibanding dengan sektor informal yang tidak menuntut kualifikasi pendidikan tertentu.

 

“Kita berharap lebih banyak mengisi sektor ini. Syaratnya mengikuti prosedur.” Kata KJRI Penang.

 

"Kami yang berinteraksi dengan mereka setiap hari melihat, anak-anak kita adalah petarung. Yang mereka perlukan adalah kesempatan. Kita fasilitasi mereka tingkatkan pendidikan. Kita perkenalkan terus programnya.” Imbuh KJRI.

 

Menempuh pendidikan tinggi sebelumnya tidak pernah menjadi impian bagi TKI. Mahalnya biaya dan sederet alasan lain termasuk soal felksibilitas waktu belajar. Kementerian Luar Negeri RI melaui Perwakilan Indonesia di luar negeri menjawab dengan bekerjasama dengan Universitas Terbuka yang memiliki program belajar jarak jauh.

 

Program ini mendapat sambutan yang baik di Penang. Pada tahun 2015 tercatat 75 mahasiswa Universitas Terbuka Kelompok Belajar Penang, Malaysia (UT Pokjar Penang). Jumlahnya meningkat menjadi 175 mahasiswa per Januari 2017.

 

 “Pendidikan menjadi kunci persaingan. Kalau tidak sekolah kita akan kalah sama tenaga kerja dari negara lain. Kita kan kontrak. Kalau jadi sarjana dan lancar berbahasa Inggris, peluang kami menjadi besar.” Tutur Ketua Mahasiswa UT Pokjar Penang.

 

Hal berbeda disampaikan mahasiswa UT tertua di Malaysia yang berusia 52 tahun, Sri Supatmi asal Surabaya yang telah menghabiskan separuh umurnya bekerja sebagai asisten dokter anestesi di salah satu rumah sakit terkenal di Malaysia. Sri Supatmi menyampaikan bahwa terus belajar juga merupakan budaya.

 

Jam kerja yang panjang ternyata tidak menyurutkan semangat TKI kita belajar dan mewujudkan cita-citanya. Bahkan tidak hanya mampu membagi waktu bekerja dan kegiatan akademik, mereka juga masih sempat berlatih untuk pagelaran Festival Budaya Indonesia yang diselenggarakan pada hari ini di salah satu destinasi wisata di Penang yang juga merupakan kantong ekspatriat, Strait Quay Marina Retail.

 

Kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri 600 mahasiswa Universitas Terbuka se Malaysia dan dibuka langsung oleh Konjen RI Penang, Irwansyah Wibisono dan dihadiri Prof. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., Atikbud KBRI KL dan Ketua UPBJJ UT Batam, Drh. Ismed Sawir, M.Sc.,