Sejarah KBRI Paris

​1. Sejarah gedung KBRI Paris

Perwakilan Republik Indonesia untuk Republik Perancis dibuka pada tahun 1950 pada tingkat Kedutaan Besar, dengan alamat di Hotel Bristol, 112 rue du Faubourg St. Honoré, Paris 75008. Sedangkan kantor staf KBRI terletak di Hotel Mont Fleuri, 21 Avenue de la Grande Armée, Paris 75016. Dubes RI pertama di Perancis Nazir Dt. Pamontjak menyerahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Vincent Auriol pada tanggal 5 Mei 1950 di Istana Elysée. Duta Besar dibantu oleh beberapa pegawai antara lain staf Bidang Ekonomi Satar Sutan Radja Mansur dan Bidang Penerangan Imrad Idris. 

Setelah beberapa bulan di Hotel Bristol, KBRI Paris kemudian pindah ke Boulevard de la Tour‑Maubourg No. 90 Paris 75007, kemudian pindah sekitar dua atau tiga tahun kemudian ke 12 rue Dumont d'Urville Paris 75016. Pada tanggal 25 Agustus 1954, Pemerintah Indonesia membeli gedung Kedutaan Besar Indonesia rue Cortambert no. 49 Paris 75016 dan Wisma Duta di Boulevard Bineau 154 Neuilly Sur‑Seine. 

Pada tahun 1970‑an, Pemerintah RI menutup beberapa KBRI di luar negeri, sehingga KBRI Paris sempat merangkap akreditasi untuk tiga negara lainnya, yaitu Spanyol, Portugal dan Maroko, sampai tahun 1975. Setelah perwakilan di Madrid dan Tunis dibuka kembali, maka tugas perangkapan untuk Portugal dilakukan oleh KBRI Madrid dan untuk Maroko oleh KBRI Tunis. 

Pada tanggal 24 Oktober 1986, Pemerintah RI membeli gedung di Rue Cortambert No.47. Setelahnya, dimulailah pekerjaan rehabilitasi dan penggabungan gedung rue Cortambert No. 47 dan 49 Paris 75016. Setelah renovasi selesai, Menteri Luar Negeri RI, Prof. Muchtar Kusumaatmadja, dan Duta Besar Prof. Tb. Bachtiar Rivai kemudian meresmikan penggunaan kedua gedung pada tanggal 8 Februari 1988, yang dipakai sampai sekarang.

 

2. Para Duta Besar Indonesia untuk Prancis sejak tahun 1950


01. Nazir-Dt.-Pamontjak.jpg​​
1. Nazir Datuk Pamoentjak
1950 – 1953
02. Anak-Agung-GDE-Agung.jpg 
2. Anak Agung Gde Agung
1953 – 1955
03. Susanto-Tirto-prodjo.jpg 
3. Susanto Tirtoprodjo
1955 – 1959​​​
04. Tamsil-Sultan-Narajau.jpg 
4. Tamzil Gelar Sutan Narajau
1960 – 1966
05. GPH-Djatikusumo.jpg 
5. Gusti Pangeran Hario Djatikusumo
1966 – 1968​​
06. Harry-Askari.jpg6.  Harry Askari
1969 – 1973
07. Ahmad-Tahir.jpg 
7. Achmad Tahir
1973 – 1976
08. Mohammad-Noer.jpg
8.  Mohammad Noer
1976 – 1980
09. Barli-Halim.jpg 
9. Barli Halim
1980 – 1984
10. Bachtiar-Rivai.jpg 
10. Tb. Bachtiar Rifai
1984 – 1988
11. Doddy-Tisna-Amidjaja.jpg 
11.  Doddy Achdiat Tisna Amidjaja
1989 – 1993
12. Wiryono-Sastrohandoyo.jpg 
12.   Wiryono Sastrohandoyo
1993 – 1996
13. Satrio-Budihardjo-Joed.jpg 
13.  Satrio Budihardjo Joedono
1996 – 1998
14. Dadang-Sukandar.jpg 
14.  Dadang Sukandar
1999 – 2001
15. Adian-Silalahi.jpg 
15. Adian Silalahi
2001 – 2004
16.Arizal-Effendi.jpg 
16. Arizal Effendi
2005 – 2008​​
17.Rezlan-Izhar-Jenie.jpg 
17. Rezlan Ishar Jenie
2010 - 2014
18.Hotmangaradja-Pandjaitan.jpg 
18. Hotmangaradja Pandjaitan
2014 – sekarang