Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

 
 

 
 
​​

Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri yang selanjutnya disingkat KMILN atau yang popular disebut kartu diaspora adalah kartu tanda pengenal yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada Masyarakat Indonesia di Luar Negeri yang memenuhi persyaratan dan kriteria tertentu.

KMILN mempunyai fungsi:

  1. Sebagai tanda pengenal Masyarakat Indonesia di Luar Negeri;
  2. Sebagai alat pemetaan potensi dan jejaring Masyarakat Indonesia di luar negeri untuk kepentingan nasional.
  3. Pengakuan eksistensi Masyarakat Indonesia di Luar Negeri.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2017 tentang Fasilitas Bagi Masyarakat Indonesia di Luar Negeri, yang termasuk MILN adalah:

  1. Warga Negara Indonesia yang tinggal di luar negeri.
  2. Orang asing/warga negara asing, yang meliputi:
    • ​Warga negara asing eks Warga Negara Indonesia;
    • Warga negara asing anak eks Warga Negara Indonesia;
    • Warga negara asing yang orang salah satu atau kedua orang tua kandungnya Warga Negara Indonesia.

Pemohon KMILN harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Tidak terlibat dalam kegiatan yang merugikan dan mencemarkan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  2. Tidak melakukan tindakan yang mengancam keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  3. Tidak memiliki masalah hukum dengan Pemerintah Republik Indonesia;
  4. Berusia 18 tahun ke atas; dan
  5. Menetap dan/atau bekerja di luar negeri paling singkat 2 (dua) tahun.

Bagaimana cara membuat? Semua proses dilakukan online di sini.

  1. Membuat akun online
  2. Menerima E-mail Aktivasi Akun
  3. Membuka website aplikasi KMILN
  4. Mengisi formulir
  5. Upload Dokumen wajib dan persyaratan
  6. Kirim Aplikasi
  7. Perbaikan (Kalau Ada)
  8. Penerbitan/Penolakan Aplikasi

Dokumen persyaratan:  Agar mempersiapkan dokumen-dokumen berikut, termasuk bentuk digital (scan/foto) untuk proses upload

1. Untuk WNI:

  1. Salinan paspor yang masih berlaku;
  2. Surat izin  tinggal menetap di negara setempat;
  3. Melampirkan paling sedikit 2 (dua) salinan dokumen meliputi sbb:
    • Kartu Identitas/Tanda Pengenal setempat yang meliputi kartu tanda penduduk, kartu mahasiswa, kartu izin mengemudi, kartu pegawai dan surat keterangan identitas lain yang dikeluarkan oleh instansi berwenang di negara setempat; dan/atau
    • dokumen sah lain yang menunjukkan bahwa pemohon berstatus tinggal di negara seternpat yang meliputi kontrak kerja atau kontrak rumah/ apartemen.

2.a. Untuk WNA eks WNI:

  1. Salinan paspor yang masih berlaku;
  2. Surat izin  tinggal menetap di negara setempat;
  3. Melampirkan paling sedikit 2 (dua) salinan dokumen meliputi sbb:
  4. Surat  Keputusan   Menteri Hukum  dan Hak Asasi  Manusia Republik Indonesia  tentang Pencabutan Status Kewarganegaraan Indonesia;
  5. Surat Affidavit yang dikeluarkan oleh Perwakilan yang pernah dimiliki oleh pemohon;
  6. Dokumen resmi yang dikeluarkan Pemerintah Republik Indonesia yang menunjukkan pemohon pernah menjadi WNI, dapat berupa paspor Republik Indonesia, akta kelahiran, akta perkawinan, kartu keluarga, kartu tanda penduduk, dan surat keterangan lain yang dapat dibenarkan oleh Perwakilan; dan/ atau
  7. Dokumen resmi yang diterbitkan oleh negara setempat bahwa pemohon telah melepas kewarganegaraan Republik Indonesia.

2.b. Untuk WNA anak eks WNI:

  1. Salinan paspor yang masih berlaku;
  2. Surat izin tinggal menetap di negara setempat;
  3. Akte kelahiran;
  4. Melampirkan paling sedikit 1 (satu) salinan dokumen meliputi sbb;
    • ​Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang Pencabutan Status Kewarganegaraan Indonesia orang  tua pemohon;
    • Dokumen resmi yang dikeluarkan Pemerintah Republik Indonesia yang menunjukkan bahwa orang tua pemohon pernah menjadi WNI, dapat berupa paspor Republik Indonesia, akta kelahiran, akta perkawinan, kartu keluarga, kartu tanda  penduduk,   dan  surat  keterangan identitas lain yang dikeluarkan oleh instansi berwenang di negara setempat; atau
    • Dokumen resmi yang diterbitkan oleh negara setempat bahwa orang tua pemohon telah melepas kewarganegaraan Republik Indonesia.

2.c. Bagi WNA yang orang tua kandungnya WNI:

  1. Salinan paspor yang masih berlaku;
  2. Surat izin tinggal menetap di negara setempat;
  3. Akte kelahiran;
  4. Melampirkan paling sedikit 1 (satu) salinan dokumen meliputi sbb;
  5. Paspor Republik Indonesia milik salah  satu atau kedua orang tua pemohon  yang  masih WNI; atau
  6. surat keterangan tentang status kewarganegaraan orang tua pemohon yang dibuktikan dengan akta perkawinan, akta kelahiran,  kartu keluarga, atau akta perceraian.

Bentuk KMILN adalah digital/elektronik, yang dikirim melalui surat elektornik (e-mail).
Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI tidak menyediakan KMILN dalam bentuk cetak fisik.