Pengusaha Andorra minati kerja sama sektor IT, perbankan dengan Indonesia

Dalam rangka mempromosikan potensi investasi dan perdagangan Indonesia kepada Pengusaha Andorra, KBRI Paris telah menyelenggarakan Forum Bisnis dan Temu Usaha di Andorra pada tanggal 6 November 2018. Pertemuan bisnis tersebut di Andorra ini dihadiri sekitar 20 pengusaha setempat dari berbagai sektor, diantaranya IT, perbankan, Management Consulting, dan jasa keuangan.


 

"Ekonomi Indonesia terus berkembang dengan pesat dengan rata rata pertumbuhan per tahun sekitar 5,3%. Hal ini terwujud karena berbagai paket reformasi kebijakan ekonomi yg dijalankan oleh Pemerintah sehingga kebijakan pemerintah tetap pro export dan pro investasi", demikian disampaikan oleh Dubes Hotmangaradja Pandjaitan dalan sambutan pembukaannya. Dalam forum bisnis ini disampaikan paparan perkembangan terkini makro ekonomi Indonesia, peringkat ease of doing business serta paket reformasi kebijakan ekonomi Pemerintah Joko Widodo. Guna meningkatkan layanan kepada calon investor, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan One single submission untuk pengurusan perijinan investasi, sehingga dapat berlangsung secara lebih cepat, transparan dan memotong red tape birokrasi Disampaikan pula mengenai kekayaan produk komoditi indonesia yang berkualitas tinggi yang tercermin dari 23 penghargaan yg diperoleh kopi Indonesia dalam kompetisi AVPA di Prancis. 

 

Keanekagaraman produk indonesia tersebut membuka peluang pemenuhan kebutuhan pasar di Andorra terutama untuk consumer products. Salah satu pengusaha setempat, Mr. Tony Hernandes, menyampaikan testimoni pengalamannya dalam melakukan hubungan bisnis dengan Indonesia, khususnya terkait proses investasi dan kolaborasi dengan perusahaan Indonesia. Testimoni ini telah menggugah rasa ingin tahu perusahaan Andorra untuk mulai melirik Indonesia.​



 

 

Beberapa sektor yang diminati di Indonesia antara lain, terkait penyedia kartu kredit/ATM berbasis chip dan software development. Terkait kartu ATM berbasis chip, perusahaan "Tag System" menyatakan berminat untuk mendirikan perusahaan di Indonesia untuk produksi kartu ini. Di Indonesia sendiri, pihak Bank Indonesia telah mengeluarkan regulasi terkait  National Standard Indonesia Chip Card Specification (NSICCS) sebagai standar nasional teknologi chip kartu kredit/ATM. Ditargetkan pada tahun 2022 semua kartu ATM harus menggunakan chip. Saat ini terdapat sekitar 150 juta kartu ATM di Indonesia dan hanya 30 persen yang menggunakan teknologi chip. Hal inilah yang mendorong pengusaha Andorra untuk masuk di bisnis penyedia kartu ATM berbasis chip. Sementara itu, "Techniques d’Avantguarda", sebuah perusahaan penyedia jasa cloud computing juga berminat untuk mencari mitra lokal untuk pengembangan software di Indonesia. (ek/pn)