PENGUATAN RUMAH BUDAYA INDONESIA DI SURINAME MELALUI PELATIHAN UKIRAN KAYU DAN ANYAMAN KLOSO

Pada tanggal 30 Juli dan 1 Agustus 2018, Duta Besar RI Paramaribo telah memperkenalkan ahli ukir kayu dan anyaman kloso, Sdr. Puji Utomo dan Tri Wahyudi kepada para peserta pelatihan di Kantor Direktorat Kultur, Kementerian Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya Suriname. Kedatangan mereka sebagai hasil kerjasama antara Kemendikbud RI dan KBRI Paramaribo. Selama 3 bulan ke depan mereka akan memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat, terutama masyarakat berketurunan Jawa untuk membuat ukiran kayu dan anyaman kloso. Kegiatan ini akan melibatkan instansi pemerintah setempat seperti Kementerian Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Vereniging Herdenking Javaanse Immigratie (VHJI).

 

            Tujuan mendatangkan kedua ahli ukir kayu dan anyaman kloso tersebut adalah untuk merealisasikan pendirian Rumah Budaya Indonesia (RBI). RBI yang dimaksudkan adalah dalam bentuk piranti lunak tanpa harus mendirikan bangunan secara fisik, namun lebih kepada kegiatan-kegiatan seni dan budaya Indonesia yang diadakan di Suriname. Dan salah satu kegiatan yang akan mendukung pembentukan RBI adalah dengan mengadakan pelatihan ukiran kayu dan anyaman kloso. Dengan mengenalkan kembali kepada masyarakat Suriname, terutama masyarakat Jawa-Suriname, diharapkan mereka dapat menjaga dan mengembangkan tradisi budaya leluhurnya secara turun-temurun. Selain itu, para peserta pelatihan pembuatan ukiran kayu dan anyaman kloso akan dapat menerapkan ilmu mereka dalam kehidupan sehari-hari guna meningkatkan kehidupan ekonomi dengan cara memperdagangkan hasil karya mereka seperti dalam bentuk souvenir kepada wisatawan yang datang ke Suriname.